• Blogs

    Why, What, How & When

    Edisi 261, 19 Maret 2019

    Tanpa kita sadari pergerakan dunia yang begitu cepat, membuat kita lebih sering berada pada area what, how & when.  Apa yang perlu dikerjakan?  Bagaimana caranya? Dan kapan harus selesai?  Sebetulnya ketiga pertanyaan ini mengacu pada area operasional atau area eksekusi.  Pendekatan tersebut, bisa jadi pendekatan yang tepat, bila hal-hal berikut terpenuhi.

    Continue reading Published by:
  • Blogs

    Menikmati Hari

    Edisi 260, 12 Maret 2019

    MPD menilai menjalankan hari yang menyenangkan adalah bagian dari upaya untuk mengelola produktivitas diri.  Produktif tidak dinilai hanya dari output hasil kerja, tetapi juga output hari yang menyenangkan dan exited, kita bisa merasakan efek jangka pendek berupa keterlibatan yang lebih dalam dengan aktivitas kita dan enerji yang terjaga dengan baik.  Sedangkan efek jangka panjangnya ada pada kesehatan fisik dan psikis kita.

    Continue reading Published by:
  • Blogs

    Workstyle dulu, baru Lifestyle

    Edisi 257, 26 Pebruari 2019

    Apa itu workstyleWorkstyle adalah pola kerja yang kita pilih yang mendorong kita untuk mencapai produktivitas optimal.  Ia tumbuh berdasarkan motivasi intrinsik kita, motivasi yang datang dari dalam diri, bukan motivasi yang bersumber dari hadiah atau ganjaran.  Motivasi yang muncul karena kita memang menyukai jenis pekerjaan tersebut.

    Continue reading Published by:
  • Blogs

    Santai bro…

    Edisi 256, 19 Pebruari 2019

    Bila Anda sibuk, maka apa solusi yang paling terlihat?  Bekerja lebih cepat dan lebih lama, sedapat mungkin multi tasking.  Kalau ada rekan Anda yang menasehati, ‘santai bro’.  Apa komentar Anda?

    Continue reading Published by:
  • Blogs

    Beban kerja, antara Kuantitas atau Timing

    Edisi 255, 12 Pebruari 2019

    Ketika seseorang berusaha untuk mengendalikan overload-nya, kadang-kadang kita salah karena terlalu fokus pada beban kerja, bukan pengaturan waktu datangnya pekerjaan tersebut.  Bila kita bekerja di organisasi, kita tentu mengalami situasi ini, merasa tidak ada pekerjaan seharian, tetapi pada saat sore hari, tahu-tahu atasan Anda meminta Anda untuk lembur.  Gabut berminggu-minggu, mendapat gaji tapi kerja sedikit, tahu-tahu seminggu terakhir harus bergadang di kantor.

    Continue reading Published by: