Aha experience ala Arnold Bennet

Comment

Blogs

Edisi 231, 11 September 2018

Psikologi mengenal ‘aha experience’ sebagai sebuah pengalaman mendapatkan insight dari suatu situasi.  Multiple ahas biasanya dialami seseorang ketika dia menghadapi sebuah situasi baru.  Semakin seorang beradaptasi terhadap suatu situasi,semakin kecil peluangnya untuk menemukan insight atau perspective baru dalam memahami situasi yang ada.  Itulah sebabnya ia disebut aha.  Sebuah ekspresi kekagetan ketika menemukan sesuatu.

Kebiasaan kerja 8 to 5 kita itu sebetulnya belum terlalu tua juga…kurang lebih di awal abad 21, ketika revolusi industri terjadi, maka dimulailah pola kerja tersebut untuk memenuhi kebutuhan berjalannya pabrik.

Bayangkan kalau Anda menemukan kebiasaan tersebut untuk pertama kalinya (artinya tidak memahami dari kecil dengan melihat orang tua Anda melakukannya), kira-kira aha apa yang Anda dapatkan?  Untuk bisa mengalami hal tersebut, Anda perlu hidup pada awal revolusi industri, diantaranya di 1910 di London.  Ketika itu jam kerja kantor dari jam 10 sampai jam 6.  Tentunya belum ada kemacetan pada saat itu, tapi toh diperlukan 50 menit perjalanan dari rumah ke tempat kerja dan sebaliknya.  Mungkin karena sangat terbatasnya kendaraan yang bisa digunakan.

Eyang Arnold Bennet yang mengalami hal tersebut.  Seorang penulis Inggris yang menulis sebuah buku self help klasik, How to Live on 24 Hours a Day.*  ‘Permasalahan utama yang dihadapi para pekerja adalah, walaupun mereka tidak menikmati pekerjaan mereka (sounds familiar?), namun mereka beranggapan bahwa jam kerja itu adalah ‘the day’, dimana pagi hari sebelumnya dan malam hari setelahnya hanya sebagai pembuka dan penutup dari hari tersebut (sounds familiar, again?).  Ini sikap yang tidak sehat’, begitu komentar Bennet.

Lebih jauh Bennet menyarankan untuk melihat waktu di luar kerja sebagai ‘saat bebas’, dimana mereka tidak menjadi orang gajian, sehingga mereka bisa menikmati hari seperti yang mereka inginkan.  Layaknya aristokrat, yang mengisinya dengan membaca buku dan puisi berkualitas.

Sebuah nasihat yang masih relevan untuk dunia modern saat ini.  Ternyata pengamatan Bennet tidak jauh berubah dengan apa yang sebagian kita alami saat ini.  Tetapi belum tentu kita menemukan aha tersebut…

*Informasi ini saya ambil dari buku Deep Work, karya Cal Newport halaman 210.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *