Aliran Aktivitas

Comment

Blogs

Edisi 196, 6 Pebruari 2018

Aktivitas dapat mengalir dengan baik, lancar dengan volume dan kecepatan yang stabil atau dapat juga mengalir dengan debit air yang berbeda-beda secara ekstrim dan tersendat-sendat.  Marilah kita beranalogi sejenak.  Kita menganalogikakan aktivitas dengan aliran air yang melalui pipa.  Aliran air tidak akan optimal bila kering di hulunya, atau melalui pipa yang berbeda-beda besarannya sehingga terhambat (sering disebut juga melalui bottle neck), atau bisa pipa kecil tetapi tekanan air begitu kencang sehingga pipa bisa pecah.Atau, pipa yang ada mengalami kebocoran dan kerusakan di sana-sini.  Atau juga, pipa kecil di awal padahal terdapat pipa besar di tengah.

Itu semua menunjukan bahwa sebuah aliran aktivitas akan bisa lancar bila terdapat volume air yang cukup besar di sumbernya dan bergerak dengan tekanan yang memadai, pipa yang ada juga mempunyai ukuran yang memadai dengan kondisi yang kokoh.

Sumber air yang kering mengacu pada sedikitnya produksi aktivitas: tidak adanya keinginan, ambisi, passion.  Serta tidak adanya demand lingkungan yang kuat.  MPD menyebutnya tidak adanya kekuatan untuk mendorong (motivasi) dan menarik (tuntutan lingkungan).

Perbedaan ukuran dan kekuatan pipa mengacu pada adanya flow aktivitas yang benar dari mulai purpose (hulu) sampai dengan eksekusinya (hilir) dengan konsistensi untuk menjalankan rutinitas tersebut.

Kejernihan purpose akan menyebabkan purpose yang diturunkan ke dalam komitmen adalah yang benar-benar penting.  Kemudian setiap komitmen yang masuk sudah dipertimbangkan dengan work style yang ada sehingga tidak hanya dipahami sumber daya yang dibutuhkan untuk mewujudkannya, tetapi juga proses tersebut adalah proses yang bisa dinikmati.  MPD menyebutnya sebagai kejernihan purpose (tujuan hidup), keakuratan pemilihan komitmen dan kemampuan menikmati proses.

Di sisi lain, kita dapat mempersiapkan sebuah pipa yang kuat, dengan ukuran yang memadai, tetapi ketika aliran aktivitas kita tidak sepenuhnya berada di dalam otoritas kita, maka kita akan mengalami bahwa proses aktivitas kita terhambat karena pipa yang bocor atau pipa yang mengecil, itulah yang terjadi bila kita tidak bisa membangun bargaining power yang memadai dalam bekerja di sebuah organisasi.

Setiap harinya kita bisa merasakan seberapa lancar aktivitas kita.  Aktivitas yang lancar berasal dari komitmen yang jelas dan akan memberikan impact yang optimal bagi diri kita ataupun pemegang kepentingan yanga ada.  Namun kita juga bisa kelelahan dalam melakukan aktivitas karena kesia-siaan (kita melakukan aktivitas yang tidak penting) atau karena aktivitas yang kita hasilkan ternyata di-negasi-kan oleh lingkungan kita.  Ibarat laporan yang bagus tidak dibaca dengan baik.  Produk yang bagus tidak dijual dengan baik.  Tim yang sudah berhasil kita motivasikan menjadi demotivasi lagi ketika kebijakan berubah.  Kita tidak dapat menghasilkan aktivitas optimal karena birokrasi atau karena interupsi dari atasan sehingga setiap harinya kita merasa tidak tuntas mengerjakan sesuatu.

Perspektif aliran aktivitas yang dipilih MPD karena MPD meyakini bahwa meningkatkan produktivitas diri lebih tepat dilihat sebagai pengelolaan aliran aktivitas dari hulu ke hilir, bukan hanya pengelolaan di di hilir dengan cara menghilangkan time waster.  Dengan analogi di atas, pada artikel-artikel berikut kita akan membahas bagaimana membuat aliran aktivitas untuk mencapai produktivitas optimal.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *