Antara Tactical & Adaptive Performance

Blogs

Edisi 118, Selasa, 15 November 2016

Untuk sesaat bayangkan Anda seorang kapten kapal.  Bayangkan Anda sangat menguasai ilmu manajemen dan kepemimpinan dan tengah mempersiapkan sebuah perjalanan panjang.  Bayangkan lagi, Anda mempunyai semua waktu yang Anda perlukan untuk mempersiapkan perjalajanan penting pertama Anda.

Maka bisa jadi Anda mempelajari kembali semua teori mengenai memimpin crew kapal.  Anda mempelajari fungsi dan peran seorang nahkoda dan bagaimana menjadi nahkoda yang efektif.  Anda memastikan organisasi sudah tertata rapi: struktur organisasi, target, SOP.  Anda mempelajari rute yang ada.

Pada hari yang sudah disepakati, kapal pun dijalankan.  Namun, di tengah perjalanan, terdapat badai yang tidak diperkirakan sebelumnya, sehingga menghancurkan bagian kapal dalam kondisi yang tidak terbayangkan sebelumnya.  Tidak ada SOP yang bisa Anda pakai untuk itu, apa yang akan Anda lakukan?

Disinilah Anda bergeser dari executor ke performer.  Anda bergeser dari tactical performance ke adaptive performance.  Anda mengelola tim dan menganalisis lagi kemampuan mereka untuk secara cepat memberi penugasan yang berbeda.  Fokus Anda berubah dari mencapai ke tujuan secepatnya ke arah bagaimana kapal tersebut bisa survive melalui badai yang besar ini, dengan memanfaatkan sumber daya yang tersisa.

Manajemen banyak membahas mengenai tactical performance tetapi masih sedikit membahas mengenai adaptive performance.  Karena disana diperlukan improvisasi dan kemampuan untuk secara terus-menerus meng-ases situasi yang ada, mengatur sumber daya, membentuk tim, memonitor dan menata ulang fokus dan prioritas.

Untuk dapat mencapai kinerja optimal, organisasi memerlukan keduanya, tactical & adaptive performance.  Dikala tactical bisa dipelajari secara akademis, melalui teori ataupun berbagai studi kasus, maka adapative performance adalah sebuah improvisasi yang lahir dari tumpukan pengetahuan dan lapisan pengalaman.  Dialah faktor blink yang mempengaruhi keputusan cepat seorang ahli (silakan baca buku menarik Blink dari Malcolm Gladwell).

Bila tactical bisa dibentuk oleh reward & punishment, maka adaptive adalah hasil kepemimpinan yang memberikan tim mengembangkan inisiatif melalui kepercayaan dan pemberdayaan.  Adaptive performance memerlukan aspek rasio dan intuitive manusia secara bersamaan.  Ia tumbuh dari dalam dan sulit berkembang dalam kondisi external pressure.  Organisasi yang ingin mencapai optimal balance antara tactical & adapative, perlu lebih memahami konsep win-win, karena adaptive performance hanya bisa dicapai bila karyawan merasakan ada alignment antara kepentingan dia dan perusahaan.  Disamping itu, organisasi perlu  terus menggali the missing 40 percent.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta