Manajemen Produktivitas Diri » Blog Archives

Author Archives: MPD Team

Ketika Minion Jenuh

Edisi 16, Jum’at 23 Oktober 2015

Minion meletakan tubuhnya hampir-hampir seperti orang menjatuhkan diri ke kursi di depan saya.  ‘Saya jenuh sekali’, tanpa saya persilakan,  apalagi saya tanya, ia langsung bercerita panjang, tentang proyek x, y dan z.  Ia tampak seperti petinju yang kalah dalam 3 ronde oleh ketiga proyek tersebut.  Mukanya pucat, matanya lesu.  Saya paham proyek itu, karena tahun lalu saya-lah yang mengerjakan proyek serupa, sebelum mendapatkan proyek yang lebih berat tahun ini. Continue reading

Published by:

POW Factors 1: Purpose

Edisi 15, Selasa, 20 Oktober 2015

Memproduksi tujuan adalah tahap pertama dari produktivitas diri yang paling penting dalam proses produktivitas diri.  Bayangkan kalau orang sudah mengayuh perahunya dengan keras, siang dan malam, berhari-hari, lalu ketika sampai, ia baru sadar bukan pulau itu yang ia tuju, bertapa sia-sianya seluruh proses itu. Continue reading

Published by:

Memperluas Makna Produktivitas

Edisi 14, Jum’at, 16 Oktober 2015

Salah satu e mail pertama yang diterima oleh blog ini, datang dari seorang pembaca yang mengatakan, dia nggak pas untuk menerima artikel ini karena sebentar lagi dia sudah pensiun, biarkan buat yang muda saja, begitu katanya. Continue reading

Incoming search terms:

  • istilah populer untuk kota yg diperluas
Published by:

Tiga Sudut Pandang MPD: Pengguna, Pemilik dan Objek

Edisi 13, Selasa, 13 Oktober 2015

Manajemen Waktu dan sebagian konsep lain terkait produktivitas diri, didominasi oleh satu sudut pandang, yaitu sudut pandang user.  Pengguna hanya concern dengan bagaimana meningkatkan, kadang kala malah mengeksploitasi, produktivitas untuk kepentingan mereka.  Ada 2 sudut pandang lain produktivitas diri yang perlu kita pahami untuk mendapatkan produktivitas diri yang optimal, yaitu pemilik dan objek. Continue reading

Published by:

Siapa yang mencuri kesenangan kerja?

Edisi 10, Jumat, 2 Oktober 2015

Pernah melihat anak kecil yang tengah bermain sendiri?  Bertapa senangnya ia menemukan sebuah benda, memutar-baliknya, membantingnya, bahkan memasukan ke mulutnya.  Ada keasyikan dan ada proses belajar disana.  Lebih jauh lagi, ketika ‘kemampuan bermainnya’ meningkat, proses bermain itu kemudian berubah menjadi proses beraktivitas, berkarya dan kreativitas. Continue reading

Published by: