Babysitting your Bos

Blogs

Edisi 79, Selasa, 31 Mei 2016

Salah satu hal yang paling tidak mengenakan, adalah kalau kita perlu mem-baby sit atasan kita.  Situasi ini biasanya dijumpai bawahan yang mempunyai atasan yang panikan.  Kepanikannya itu mengacaukan prioritas kerjanya sehingga ia menjadi penghambat utama produktivitasnya.

Ia memberikan perintah dan melakukan kontrol kapan saja ia mau.  Ketika belum jelas apa yang ia butuhkan, ia sudah memberi perintah, setelah itu bisa jadi ia mengubahnya atau lupa bahwa ia telah memberi perintah itu.

Ia panikan sehingga setiap perintah ingin sesegera mungkin dikerjakan.  Ketika dia sedang ingat dengan pekerjaan itu, dia segera mengejar Anda walaupun pekerjaan itu sebetulnya kurang penting.  Sementara bila ia terlupa, pekerjaan itu bisa jadi didiamkan until further notice.  Yang membuatnya tenang adalah mengetahui tim nya sibuk, walaupun dia sendiri bingung dia harus mengerjakan apa.

Sudah jelas atasan tipe ini tidak mempunyai prioritas yang jelas sehingga kerjanya terkesan acak, tidak fokus.  Bagi Anda, ia hanya sekedar tukang interupsi yang perlu Anda tenangkan dengan segera menunjukan bahwa Anda perhatian dengan pekerjaan yang dia berikan.  Kalau perlu, lebih jauh lagi…  Yap.  Benar.  Anda juga perhatian terhadap dia.

Kita tahu bahwa bila ada atasan yang seperti ini di suatu unit, maka sebetulnya tim-nya lah yang mengerjakan pekerjaan unit tersebut, dan dia hanya beban bagi unit tersebut.  Anda merasa anda perlu mem-baby sitting Bos Anda?  Kalau begitu mulailah berpikir apakah Anda bisa membuatnya dewasa?  Kalau tidak, ada baiknya berpikir mencari Bos lain atau menjadikan diri Anda Bos, apalagi bila memang ada bayi di rumah yang perlu Anda babysit…..oek…..oek….

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta