Beban kerja, antara Kuantitas atau Timing

Comment

Blogs

Edisi 255, 12 Pebruari 2019

Ketika seseorang berusaha untuk mengendalikan overload-nya, kadang-kadang kita salah karena terlalu fokus pada beban kerja, bukan pengaturan waktu datangnya pekerjaan tersebut.  Bila kita bekerja di organisasi, kita tentu mengalami situasi ini, merasa tidak ada pekerjaan seharian, tetapi pada saat sore hari, tahu-tahu atasan Anda meminta Anda untuk lembur.  Gabut berminggu-minggu, mendapat gaji tapi kerja sedikit, tahu-tahu seminggu terakhir harus bergadang di kantor.

Jadi beban kerja itu tidak hanya terkait dengan total banyaknya, tetapi juga, lebih penting lagi, terkait dengan timing-nya.  Kita tahu ada pekerjaan yang secara natural mengalami hal tersebut yaitu mereka yang bekerja di sektor pariwisata ataupun di bagian pajak.  Tetapi ada juga fluktuasi beban kerja yang terjadi karena ketidakmampuan bos mengelola pekerjaannya dengan baik, sehingga delegasi baru dilakukan pada saat ia sudah kepepet, sehingga semua pekerjaan mempunyai deadline kemarin.

Tetapi sebagian permasalahan dalam fluktuasi beban kerja juga berasal dari kita sendiri, ketidakmampuan kita mengatur pacing dan waktu kita sehingga seharian tidak optimal bekerja, asyik melayani dan mengerjakan ini itu yang tidak penting, pada sore hari baru sadar kalau ada deadline buat besok pagi.

Sebagian dari permasalahan beban kerja terkait dengan kemampuan untuk fokus mengerjakan pekerjaan satu per satu, sesuai dengan prioritas pada saat itu.  Apa gunanya Anda sudah berseragam olah raga dengan baik, tetapi ketika sampai di tempat olah raga, Anda sibuk menelepon atau bersosialisasi atau sekedar sight seeing.  Apa gunanya Anda ke kantor, bila di kantor lebih sibuk gosip daripada bekerja.  Apa gunanya Anda bersilaturahmi ke orang tua, bila sampai disana lebih sibuk dengan HP Anda.  Fokus pada apa yang ingin Anda lakukan, dan mengaturnya dengan timing yang baik bisa jadi mengatasi masalah overloading Anda, karena Anda bisa flexible mengatur pekerjaan yang ada, walaupun pekerjaan itu banyak.

Pada suatu titik, tentunya mengurangi beban kerja tetap diperlukan, khususnya setelah Anda mengoptimalkan pengaturan waktu pekerjaan Anda dan mengelola fokus dengan baik.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *