Berapa harga waktu Anda? (2)

Blogs

Edisi 83, Selasa, 14 Juni 2016 

Anda sering menemukan diri Anda browsing nggak tentu arah?  Atau chating nggak jelas dengan berbagai grup di WA atau BB Anda berjam-jam dalam sehari.  Atau mendadak mau ikut dengan orang lain ke suatu tempat yang nggak penting dan nggak jelas?

Default setting manusia adalah aktif.  Kita adalah mahluk yang lebih suka mengisi waktu kita dengan kegiatan dari pada bengong.  Kalaupun itu berarti pasif: sekedar menonton acara nggak jelas di TV yang channelnya pun Anda pilih sesuka Anda, kita tetap berusaha mencari aktivitas bagi diri kita minimal meng-entertain diri kita.

Anda tidak menghargai waktu Anda bila Anda sekedar mengisinya dengan ‘killing time’ dengan apa saja yang ada di depan mata yang tidak ada efeknya bagi produktivitas Anda.  Atau excuses, mencari aktivitas lain yang menyenangkan supaya tidak memikirkan pekerjaan penting yang ada di depan mata.  Pada saat itu waktu bernilai konsumtif bukan produktif.

Seseorang yang tidak menghargai waktunya, akan cenderung tidak mempunyai perencanaan yang matang dalam kegiatannya.  Bolak-balik ke beberapa toko untuk mencari HP yang kita sendiri belum tahu HP apa yang kita inginkan.  Atau mencari barang yang lebih murah beberapa puluh ribu saja, kita rela menghabiskan waktu kita berjam-jam.

Penghargaan waktu adalah salah satu dasar dari produktivitas diri.  Tanpa sensitivitas terhadap penggunaan waktu kita maka tidak mungkin kita meningkatkan produktivitas diri kita.  Jadi bila Anda tengah berpikir untuk melakukan sesuatu, mulai dari habis-habisan menawar pedagang di pasar atau melakukan browsing yang tidak menentu atau bermalasan di depan tv dengan acara yang tidak jelas, maka tidak ada salahnya untuk menarik nafas sejenak dan bertanya, is it worthed?

Apakah memang serendah ini saya menghargai waktu saya?  Apakah memang hanya sebesar ini saya menghargai hidup saya?

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta