Berapa harga waktu Anda?

Blogs

Edisi 82, Jumat, 10 Juni 2016 

Coba ambil kertas selembar dan tuliskan satu angka di kertas kosong tersebut.  Angka tersebut adalah harga waktu Anda per jam?

Sulitkah melakukan hal tersebut?  Kenapa?

Kalau sekarang Anda sudah berhasil melakukannya, bayangkan ada orang lain melakukan hal yang sama, misalnya bawahan Anda.  Lalu Anda membandingkan angka Anda dengan bawahan Anda, Hah…ternyata angkanya lebih tinggi!!!

Kalau itu terjadi, mungkin Anda akan memulainya dengan tertawa, tetapi kemudian apa yang Anda rasakan?  Anda mungkin ingin mengatakan bertapa bodohnya bawahan Anda, tidak bisa menghitung bahwa gajinya lebih rendah dari Anda.  Tapi kalau Anda punya keberanian untuk bertanya padanya, apa jawaban yang Anda harapkan?

Bagaimana kalau dia menjawab, di malam hari dia mengambil kerja sampingan yang per jamnya sekian, apa yang akan Anda rasakan?  Atau, dia sangat menghargai waktu dia dengan keluarga ataupun waktu dia untuk dirinya, sehingga ia meletakan setinggi itu?  Bagaimana menurut Anda?

Walaupun semua terkesan hipotetis, mengetahui harga waktu Anda, akan menentukan seberapa jauh Anda menghargai diri Anda (dalam arti kiasan ataupun sebenarnya).  Sehingga Anda akan dengan  mudah menggaji pembantu ataupun menggaji sopir, sehingga bisa punya lebih banyak waktu untuk membaca ataupun istirahat di perjalanan ke kantor Anda.

Jadi sekarang, coba lihat angka Anda lagi, angka berapa yang Anda tulis?  Bila angka Anda sekedar merefleksikan besaran gaji Anda, itu menunjukan Anda sepakat bahwa nilai Anda adalah sama dengan yang dipersepsikan oleh perusahaan.  Bila angka Anda lebih tinggi, maka Anda bisa menghargai waktu di luar pekerjaan Anda lebih tinggi atau Anda dapat melihat manfaat lain dari pekerjaan di kantor Anda.

Yang masalah adalah bila angkanya lebih rendah.  Anda yakin anda serendah itu?  Sehingga apapun yang dilakukan perusahaan ataupun Bos Anda, Anda akan tetap di perusahaan itu karena Anda merasa sudah dihargai lebih jauh dari anda menghargai diri sendiri.  Really?

Tentunya sulit mengharapkan produktivitas kerja dari orang yang tidak menghargai waktunya.

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta