Comfort Zone dan Produktivitas Diri: Pengantar

Comment

Blogs

Edisi 148, Selasa 2 Mei 2017

Bila peningkatan produktivitas diri bertumpu pada perbaikan habit.  Sementara itu peningkatan kinerja digambarkan dengan pencapaian goal, maka salah satu cara untuk mengintegrasikan kedua konsep tersebut mungkin dengan membahas dinamika comfort dan stretch zone. Namun, kita mengembangkan 2 lingkaran tersebut menjadi 3 lingkaran: comfort negative, comfort positif & stretching zone.  Dalam seri berikutnya, kita akan membahas pembeda dari comfort negative & positif yaitu kontrol diri.  Dan pembeda dari comfort positif & stretching yaitu Grit.

Comfort Zone, area nyaman adalah situasi dimana kita sudah merasa nyaman dengan pola hidup yang kita jalani.  Baik itu terkait dengan pola makan, kebiasaan, pola kerja, pola aktivitas dan kebiasaan-kebiasaan lainnya.  Comfort Zone dalam berbagai diskusi mengenai pengembangan diri, sering dianggap sebagai sebuah hal yang negatif.  Karena ia diseberangkan dengan dorongan orang untuk stretching (mengembangkan diri).  Sebelum kita ikut ‘mengutuk’ nya baiklah kita pahami dulu aspek positifnya.

Kita membutuhkan rasa nyaman dan senang untuk bisa menjalani hidup kita dengan positif.  Ia ada sebagai unsur kepastian dan enerji yang memberi semangat bagi hidup kita.  Akan sulit bagi kita untuk mengoptimalkan enerji kita bila setiap kali kita bangun yang terbayang adalah ketidakpastian dan kesulitan.

Walaupun kita mempunyai kebutuhan yang besar akan rutinitas dan kenyamanan, tetapi kita mempunyai kebutuhan yang lebih besar lagi terhadap nature kita yang lain, ‘tumbuh’.  Melakukan berbagai hal yang sama tanpa bayangan perkembangan dan perbaikan akan membawa kita pada titik jenuh.  Perasaan bahwa kita menjalani hidup yang lebih baik, meningkatkan kemampuan kita, bahkan mempelajari hal yang baru, merupakan beberapa sumber dari sense of growth kita.

Karena produktivitas diri terkait dengan pencapaian hidup dalam jangka panjang, maka seninya kemudian pada menemukan arah dan tingkat pacing yang pas.  Jangan negatif (kecenderungan untuk kita mem protect comfort zone kita dengan berbagai hal yang merusak diri), jangan terlalu lambat, jangan terlalu cepat sehingga kapasitas kita tidak mampu mengelola situasi yang ada dan mengalami stres yang berlebihan.

Pada seri-seri berikut, kita akan coba membahas aspek pembeda ketiga lingkaran tersebut, Self Control & Grit.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *