Dari Manajemen Waktu ke Produktivitas Diri

Blogs

Edisi 123, Selasa 13 Desember 2016

Ketika seorang manajer mengalami kesulitan menghadapi banyaknya pekerjaan yang perlu ia selesaikan, banyak deadline yang tidak bisa ia penuhi, maka mantra yang umum dipakai kemudian adalah, ‘pelatihan Manajemen Waktu (MW)’.  Pelatihan MW seringkali dianggap sebagai solusi yang mujarab terhadap permasalahan tersebut.  Apa itu pelatihan MW?  Ini adalah content standard dari sebuah pelatihan MW:

  • Peserta melakukan analisis penggunaan waktunya, memahami aktivitas apa yang tidak penting yang telah menghabiskan banyak waktu (time waster)
  • Peserta memperbaiki alokasi penggunaan waktunya, dengan memprioritaskan aktivitas penting.
  • Peserta meningkatkan kemampuannya untuk mengatur penjadwalan kerjanya dan mengelola interupsi.

Ada beberapa hambatan yang penulis lihat, dalam pengalaman penulis sebagai trainer, ketika peserta mencoba menerapkannya.  Hambatan itu disebabkan oleh variasi berbagai faktor, mulai dari kompleksitas beban kerja yang ada saat ini, yang menyebabkan sulit untuk hanya mengelolanya di hilir, tanpa memahami sumber masalah yang ada di hulu.  Sampai dengan perbedaan kecenderungan seseorang yang sulit untuk memprediksikan waktu, mengolokasikan waktu dan berdisiplin dalam melaksanakan jadwalnya.

Disamping itu, penyediaan waktu saja tidaklah cukup bila tidak ada kemampuan untuk terlibat secara mendalam dengan pekerjaan yang ada sehingga waktu yang tersedia bisa ditransformasikan menjadi hasil yang berkualitas.

Manajemen Produktivitas Diri (MPD) mencoba mengatasi hambatan tersebut dengan melengkapi ketrampilan dari MW dengan ketrampilan terkait peningkatan produktivitas diri, diantaranya:  kemampuan membuat prioritas, mengatur pacing kerja, mengalokasi waktu, mengatasi kecenderungan untuk menunda, memberikan proporsi waktu yang pas sesuai tujuan kita dan pada akhirnya mendorong pada keterlibatan optimal pada setiap aktivitas.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta