Eat the Frog

Blogs

Edisi 54, Jumat, 4 Maret 2016

Makan saja katak itu, adalah ungkapan terkait MW yang populer dari Brian Tracy.  Lebih lanjut ia mengatakan, kalau ada 2 katak yang perlu kita makan, maka pilih katak yang lebih buruk untuk mulai dimakan.  Ungkapan ini sebetulnya ditujukan pada mereka yang jijik untuk makan katak, untuk menekankan bahwa sebaiknya kita memulai hari dengan mengerjakan tugas yang paling berat.  Membayangkan ada katak buruk di atas meja dan kita harus memakannya, bisa jadi sama dengan membayangkan ada pekerjaan yang kita benci, tetapi harus kita kerjakan.

Namun, dalam tulisan ini, marilah kita sedikit bermain dengan logika di atas.  Pertama adalah, kenapa sampai ada katak buruk di atas meja yang perlu kita makan, sedangkan masih begitu banyak makanan yang begitu lezatnya bisa kita pilih?  Menghadirkan pekerjaan yang kita benci di meja kerja kita, bisa jadi sebagian besar disebabkan karena kesalahan kita sendiri.

Dimulai dari kuliah di fakultas yang kita tidak suka karena alasan yang salah.  Alasan yang salah juga dipakai untuk bersedia bekerja di perusahaan tertentu.  Karena tidak berani mengambil resiko berpindah kerja, kita bersedia diperlakukan tidak baik oleh perusahaan dan atasan kita, sedemikian rupa sehingga akhirnya mereka menyediakan katak buruk untuk kita makan.

Bukan tidak mungkin suatu saat, karena alasan apapun, kita memang perlu memakan katak buruk, tetapi pertanyaannya adalah apakah kita kemudian bisa memahami kenapa itu terjadi dan melakukan berbagai cara untuk menghindarinya, sehingga katak buruk tidak menjadi menu makan siang kita sehari-hari. Ada perbedaan antara dipaksa untuk makan katak buruk dengan kita memilih menu makan kita katak buruk karena itu merupakan hal yang penting untuk mencapai tujuan kita.  Ibarat, bersusah dulu, bersenang kemudian.  Menguasai MPD dengan baik, akan membantu kita untuk memahami bahwa untuk bisa berprestasi kerja dengan cara mengembangkan produktivitas diri, tidak perlu sampai kita menjadikan katak buruk sebagai menu makanan sehari-hari.

Hanya dengan cara itu kita bisa meraih produktivitas kerja yang diharapkan oleh organisasi.  Anda tidak bersedia meningkatkan kemampuan produktivitas diri Anda?  Maka bisa jadi Anda perlu bersiap untuk banyak memakan katak buruk setiap harinya.

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta