Emosi apa yang ditambahkan?

Blogs

Edisi 55, Selasa, 8 Maret 2016

Emosi apa yang kita tambahkan ke pekerjaan kita?  Kita misalkan dulu bahwa kebanyakan pekerjaan mempunyai emosi netral.  Atau paling tidak, kalau toh negatif, hanya sedikit negatif.  Lalu emosi apa yang kita tambahkan dengan berjalannya waktu.

Apakah kita mengerjakan secepat mungkin sehingga bisa mencicilnya?  Bisa lebih sering beralih ketika bosan atau kesulitan.  Atau menemukan cara untuk meningkatkan kemampuan kita mengerjakannya.  Apakah kita menemukan cara untuk menemukan bagian pekerjaan tersebut yang kita sukai atau challanging?  Menemukan cara untuk memberdayakan tim kita, yang kita tahu lebih tepat untuk pekerjaan tersebut?  Atau menemukan cara untuk membiasakan diri mengerjakannya, tanpa terlalu bertimbang tentang emosi kita terkait pekerjaan itu?

Cara-cara di atas, adalah proses menambahkan atau membuka peluang emosi positif terhadap pekerjaan kita.  Sehingga kita bisa mengoptimasikan produktivitas kerja kita.  Tetapi yang terjadi, bisa juga sebaliknya.

Kita menunda pekerjaan, sehingga semakin lama semakin khawatir bahwa pekerjaan itu tidak bisa kita selesaikan.  Kita mengerjakan pada saat dekat deadline sehingga bekerja seadanya, lalu dimarahi Boz karena kualitas yang buruk.  Dan, semakin sebal dengan pekerjaan tersebut.

Bisa juga kita tidak mengembangkan kemampuan kita untuk menghadapi pekerjaan tersebut, tetapi semakin lama semakin meyakini bahwa kita tidak mampu mengerjakannya.  Atau kita mendelegasikan sekenanya sehingga staf kita merasa hanya terbebani pekerjaan tersebut.  Kita tidak menyediakan cukup waktu untuk mengerjakannya sehingga terasa semakin tidak mungkin menyelesaikannya dengan baik.

Bisa juga penyebabnya dirunut dari jauh hari sebelumnya.  Ketika kita memilih pekerjaan hanya karena gajinya sehingga kita mendapatkan pekerjaan yang kita tidak suka atau kita tidak mampu menjalankannya dengan baik.

Pada akhirnya, kita masuk ke kantor dengan moda survival, menghindari berbagai pihak yang mungkin mengejar pekerjaan kita, dan kriteria keberhasilan kita adalah bahwa hari ini telah berjalan dengan baik, tanpa dimarahi oleh siapapun.

Sebagian dari lapis-lapis emosi yang kita balutkan ke pekerjaan kita, adalah kita sendiri yang membuatnya.  Disadari atau tidak disadari.  Karenanya penting untuk menyadari seawal mungkin kebiasaan sikap kita terhadap suatu pekerjaan.  Dan emosi apa yang sedang kita balutkan oleh kebiasaan tersebut.

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta