Fake Progress & Fake Reward

Fake Progress & Fake Reward

Edisi 262, 26 Maret 2019

Penting pada saat bekerja kita merasakan progress dan mendapatkan reward.  Bahkan Teresa Amabile mengatakan bahwa sense of progress tersebut adalah salah satu reward utama yang membuat seseorang bekerja dengan optimal (http://produktivitasdiri.co.id/the-progress-principle-by-teresa-amabile-dan-steven-kramer/).  Salah satu progress & reward itu didapatkan ketika seseorang berhasil menyelesaikan sebuah aktivitas dan mencoretnya dari Daftar Aktivitas.

Namun kita perlu berhati-hati bahwa bisa jadi sense of progress yang didapat dari aktivitas tersebut adalah sebuah reward semu.  Seseorang bisa merasa selalu sibuk dan pulang ke rumah dengan lelah luar biasa setiap hari, setiap bulan, selama bertahun-tahun, tetapi sebetulnya hidupnya jalan di tempat.

Menyelesaikan suatu aktivitas tidak selalu berarti mencapai kemajuan.  Menyelesaikan suatu aktivitas adalah hasil dari get things done.  Tetapi mencapai kemajuan adalah hasil dari get the right things done.  ‘Perbedaan kecil’-nya ada di keberhasilan memilih aktivitas penting apa yang perlu diselesaikan. 

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk mendapat real progress.

Pertama adalah alignment antara aktivitas kita dengan dream kita.  Aktivitas yang kita lakukan perlu benar-benar align (terkait/berhubungan erat) dengan dream kita.  Sehingga ketika kita melakukannya, kita benar-benar merasa kita tengah berproses mewujudkan tercapainya dream tersebut. 

Kedua adalah kemampuan untuk secara konsisten dari waktu ke waktu memilih aktivitas tersebut sampai kita merasakan perbaikan atau merasakan bahwa ternyata dream kita tersebut tidak sesuai lagi dengan tujuan dan nilai-nilai hidup kita.

Ketiga, secara berkesinambungan meninjau ulang mimpi kita agar lebih sesuai dengan nilai-nilai hidup kita.  Lebih sesuai dengan apa yang bermakna buat kita.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perasaan melakukan banyak hal, perasaan diri berarti karena padatnya kesibukan adalah sesuatu hal yang penting bagi jati diri kita.  Sayangnya, itu semua tidak cukup bila berbagai hal tersebut tidak berada pada jalur yang tepat untuk mencapai kehidupan yang kita inginkan.  Hanya dengan memastikan keseuaian antara aktivitas dan tujuan tersebut maka kita berharap bisa mendapatkan real progress & reward, bukan yang versi kw, atau bahkan menyesatkan.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close Menu
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to cs@produktivitasdiri.co.id

× Butuh info?