How Busy is Your-self?

Comment

Blogs

Edisi 160, Selasa 11 Juli 2017

Secara sederhana kita bisa membagi proses self kita menjadi 2 macam: interaksi kita dengan aspek di luar diri kita (interaction process) dan proses yang terjadi di dalam diri kita (internal self process).  Prinsip sederhananya adalah ini: Interaction process hanya bisa optimal bila internal process kita telah bisa kita kelola dengan baik.

Kita membutuhkan cukup perhatian dan enerji untuk dapat berinteraksi dengan dunia di luar diri kita dengan baik:  memahami tantangan yang ada serta menggunakan resource kita untuk menyelesaikan tantangan tersebut satu demi satu.  Untuk bisa memberikan respond dengan baik tersebut, kita perlu mengalokasikan perhatian, enerji dan mengembangkan pemahaman yang baik terhadap apa yang terjadi di dalam diri kita.  Kecelakaan dalam berkendaraan, misalnya, bisa terjadi salah satunya karena kita terlalu asyik dengan diri kita sehingga tidak ber-respond dengan cukup cepat ketika ada kendaraan lain yang lewat.

Ketidakmampuan kita menyelesaikan suatu dead line pekerjaan, suatu contoh yang lain, bisa jadi disebabkan oleh tidak cukupnya alokasi waktu kita dan enerji kita untuk tugas kita karena kegagalan kesibukan di dalam diri kita.

Apa yang menyebabkan internal self kita begitu sibuk?

Pertama adalah tarikan emosi negatif.  Emosi negatif tersebut bisa terkait dengan masa lalu: kekecewaan ataupun dendam yang kita bawa terus.  Ataupun masa depan: kekhawatiran.  Emosi negatif mengambil perhatian kita, layaknya sebuah alarm.  Dia senantiasa berbunyi karena merasa ada hal yang belum kita selesaikan.  Semakin banyak kekhawatiran dan dendam yang kita bawa terus, semakin banyak alarm yang berbuni di dalam diri kita.  Apabila Anda terganggu dengan berderingnya satu alarm ketika Anda tidur, maka sekarang coba bayangkan bila ada 5 atau 10 atau bahkan 15, 20.  Pada saat itu, rasanya Anda hanya sibuk mematikan satu alarm ke alarm lain.  Menenangkan satu emosi negatif ke emosi negatif lainnya.

Kedua adalah mimpi kita.  Mimpi sebenarnya adalah sebuah sumber enerji yang positif.  Tetapi ketika berlebihan, dia akan menjadi sekedar angan-angan saja.  Pada saat itu ia hanya akan menjadi pelarian ketika kita sedang malas menghadapi tantangan yang ada di hadapan kita.  Angan-angan tersebut hanya ‘dinikmati’ tanpa pernah diwujudkan.

Untuk dapat mengatasi kedua hal ini dengan baik, maka kita perlu mengembangkan self awareness yang baik, mendisain aktivitas yang match dengan diri kita dan menentukan pacing yang tepat dalam aktivitas kita.

Self awareness yang baik adalah hasil dari proses introspeksi diri yang tepat dan berlangsung secara berkelanjutan.  Proses introspeksi diri merupakan salah satu internal process yang perlu dilakukan dengan efektif.  Apa itu introspeksi diri?  Akan kita bahas di tulisan lainnya di seri ini.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *