It’s my life

Blogs

Edisi 106, Selasa, 6 September 2016

Dalam pendekatan pelatihan Manajemen Waktu, banyaknya to do list (hal yang harus dikerjakan) dianggap given.  Tugas kita adalah mencari cara untuk bisa menyelesaikan semuanya seefisien mungkin.  Sehingga kita perlu lebih ketat mengatur penggunaan waktu kita, menghilangkan aktivitas sia-sia (time waster) dan lebih giat bekerja.MPD mengajukan pertanyaan lebih awal dari itu: mengapa ada banyak hal yang harus dikerjakan?  Dan apakah kita memang ingin menyelesaikan seluruhnya?

MPD mendorong perspektif yang lebih lengkap dalam mendekati pekerjaan kita dengan mengajukan berbagai pertanyaan, diantaranya:

  • Kehidupan seperti apa yang kita inginkan?
  • Apakah kita sudah bekerja pada area yang kita inginkan?
  • Apakah kita menyediakan waktu untuk di luar kerja dengan proporsi yang benar?
  • Apakah saya melakukan aktivitas sesuai dengan prioritas hidup saya?
  • Apa yang saya korbankan ketika saya memilih untuk mengerjakan atau melakukan A?
  • Apakah saya tengah tumbuh dan bergerak ke arah yang saya inginkan?

Kebanyakan kita masih terperangkap dengan pola pikir yang lama.  Menemukan mimpi kita.  Bekerja sekeras mungkin untuk mencapainya.  Lalu menikmati hidup kita setelah itu.  Permasalahan dalam pola pikir ini adalah, ternyata kerja keras kita pada umumnya tiada akhirnya.  Dia hanya berakhir ketika kita sakit, atau ketika kita sudah cukup tua sehingga kita hanya bisa menikmatinya dalam kondisi sakit-sakitan.

Karenanya lebih tepat mengembangkan pola pikir yang baru.  Menentukan kehidupan seperti apa yang kita inginkan dan berusaha untuk menyeimbangkan antara kepentingan jangka panjang dan kesenangan jangka pendek kita setiap harinya.  Sehingga kita tidak hanya bisa menikmati hari kita, tetapi juga pulang ke rumah atau mengakhiri hari dengan perasaan bahwa kita sudah melakukan yang terbaik hari ini.  Ketika kita berhasil mempertemukan optimasi dan kesenangan maka pada saat itulah kita sudah terlibat dalam setiap detik kehidupan kita.

Tentunya Anda boleh saja memilih lebih banyak fun setiap harinya.  Bahkan, hanya melakukan pekerjaan yang fun, sepanjang Anda tahu akan konsekuensi pilihan tersebut.  Seperti juga sah-sah saja bila Anda bekerja gila-gila an setiap hari tanpa perduli kesehatan…

It’s your life….it’s my life….

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta