Kesibukan mana yang dipilih?

Comment

Blogs

Edisi 223, 24 Juli 2018

Ada beberapa macam kesibukan.  Yang pertama adalah kesibukan mencari kerja, melakukan pekerjaan, berusaha menikmati kerja, mencari alasan untuk kinerja yang tidak baik, sibuk mengatasi kekecewaan dari orang lain terhadap kinerja kita.  Sibuk mengatasi kejenuhan untuk tetap bisa berprestasi.  Sibuk mengatasi permasalahan.  Akhirnya sibuk memberi alasan pada orang lain atas berhentinya kita bekerja.  Dan sibuk mencari kerja lagi.  Ini adalah kesibukan dari produktivitas rendah yang menyebabkan ketidakberhasilan kerja.

Kesibukan yang kedua adalah kesibukan untuk mengembangkan pekerjan yang sesuai dengan minat dan kemampuan.  Sibuk memahami minat dan passion, sibuk membangun kompetensi, mencari cara untuk mengubah hal yang menyenangkan menjadi sebuah profesi yang mendatangkan penghasilan.  Ini adalah kesibukan untuk mencari sinergi antara apa yang kita sukai dan apa yang kita kerjakan.

Ada juga kesibukan yang lain.  Kesibukan orang yang sulit mencari kerja.  Ketika dapat kerja, ia sibuk untuk mengatasi kebosanan.  Lalu dengan penghasilan yang pas-pasan, ia sibuk untuk  mencari pinjaman kesana-sini.  Sibuk menghindar dari debt collector.  Sibuk memikirkan bagaimana membiayai kebutuhan sehari-hari.  Ini adalah kesibukan yang muncul bila penghasilan kita ‘pas-pas-an’.

Sementara yang lain, pusing dan sibuk mengelola uang yang ada.  Khawatir akan tabungannya.  Khawatir akan aset nya yang tersebar di berbagai tempat.  Atau khawatir sama karyawannya yang tidak bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga menimbulkan kerugian baginya.  Sibuk membandingkan bunga di satu tempat dengan di tempat lain.  Menentukan investasi dimana.  Serta sibuk mengatasi berbagai permasalahan yang ditimbulkan anaknya.  Atau mengatasi konflik dengan pasangannya.  Ini adalah kemungkinan kesibukan dari seorang kaya.

Kesibukan mana yang Anda pilih?  Baik itu malas atau rajin, miskin atau kaya, berhasil mencapai keseimbangan hidup atau tidak.  Kesemuanya membuat kita sibuk, kesemuanya memerlukan ketrampilan, kesemuanya mempunyai tantangan tersendiri.  Nah, tinggal ketrampilan, kompetensi dan kesibukan apa yang ingin Anda pilih?

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *