Lebih banyak ‘harus’ atau ‘ingin’?

Blogs

Edisi 24, Jum’at, 20 November 2015

Salah satu indikator yang baik untuk menentukan apakah Anda sudah berhasil meng-kreasi hari yang produktif atau tidak adalah mencoba menghitung lebih banyak ‘harus’ atau ‘ingin’ dalam kehidupan Anda sehari-hari.

Bila Anda bangun dengan teriakan alarm hp Anda dan dengan ‘merem-melek’ melangkahkan kaki ke kamar mandi, itu sedikit banyak mengatakan bahwa Anda harus bangun pada saat itu, walaupun Anda belum ingin bangun.

Membayangkan kemacetan yang Ada dan perjalanan panjang ke kantor, Anda rasanya ingin kembali saja ke selimut Anda, tetapi toh Anda ‘harus’ menempuh perjalanan tersebut.

Anda melihat setumpuk pekerjaan di depan Anda, Anda tahu kegiatan produktif apa yang sebetulnya ingin Anda lakukan, tetapi, sekali lagi, Anda ‘harus’ mengerjakan yang ini.

You got the picture already, right?  Tapi biarlah saya sekarang meminta Anda untuk ‘harus’ menghitung harus-harus yang lainnya: harus bisa bertahan di pekerjaan yang membosankan, harus menghadap ke kantor Bos yang menyebalkan, harus menghadiri rapat yang nggak jelas, harus berteman sama anak owner yang nyebelin, harus menghasilkan uang sekian untuk memenuhi gaya hidup Anda sekarang.

Tidak inginkah Anda mengganti banyaknya ‘harus’ di hari Anda dengan ‘ingin’.  Saya ingin bangun karena ada pekerjaan yang menarik yang perlu saya selesaikan, atau karena ingin melakukan hobi Anda atau karena ingin mengajak keluarga pergi.

Saya ingin mengerjakan pekerjaan yang penting bagi hidup saya.  Saya ingin mengerajakan pekerjaan yang menarik saya.  Saya ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga saya.  Saya ingin pergi ke kota ini.  Saya ingin beristirahat dulu.  Saya ingin tidur siang.

Terkesan menarik, tapi apakah semudah itu?

Saya tahu sebagian pembaca berpikir tidak mungkin ada pekerjaan yang menyenangkan kecuali, mungkin menjadi seniman.  Yang namanya pekerjaan ya lebih banyak harus karena komposisi pekerjaan kita ditentukan pihak lain yang bersedia membayar kita.  Kesimpulannya, sulit untuk menyelaraskan antara apa yang ingin kita kerjakan dengan apa yang orang lain/perusahaan butuhkan dari kita.

Kalau Anda masih berkutat dengan pikiran negatif tersebut, maka tidak ada yang bisa kita bahas lagi.  Tetapi kalau Anda masih ingin menyisakan harapan untuk kehidupan yang menyenangkan, maka ada sebuah tip untuk mengubah harus menjadi ingin.

Pekerjaan tidak hanya mempunyai dimensi menghasilkan uang, tetapi juga mempunyai dimensi ekspresi, kreasi, tantangan, keterlibatan (flow), kontribusi (memberikan manfaat bagi orang lain), dan lain-lain.  Bila Anda meyakini itu, maka cobalah cari dimensi menyenangkan dari pekerjaan Anda sebisa mungkin.  Kalau tidak berhasil, terpaksa Anda menemukan pekerjaan atau aktivitas yang mempunyai berbagai dimensi tersebut.

Bila saat ini Anda belum berada di sana, saya yakin bukan karena tidak ada, tetapi karena Anda tidak meyakini, tidak mencari, tidak berusaha, dan tidak menganggapnya penting bagi hidup Anda.  Padahal, menjalani sebuah kehidupan dengan banyak ‘ingin’ dibanding ‘harus’ adalah salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas.

Tidak percaya?  Coba ikuti alur logika berikut?  Kita punya kemampuan untuk membuat aktivitas kita sehari-hari berputar pada hal-hal yang menyenangkan kita.  Bila kita menemukan pekerjaan yang berada di sweet spot kita (interseksi antara minat, kompetensi dan purpose), maka jauh lebih mudah bagi kita untuk meningkatkan expertise kita.

Ketika kita sudah sampai pada level ahli, kita bisa membeli kenyamanan kita dan fleksibilitas waktu kita (bekerja dari rumah, bekerja lebih sedikit jam, mencari rumah yang dekat kantor, dan seterusnya).

Gaji yang tinggi, tidak akan cukup untuk membuat Anda bisa membeli kesenangan dan kenyamanan bekerja kalau Anda bekerja di area yang tidak Anda sukai.  Bahkan prestasi kerja pun akan terasa lebih sulit didapat, dibanding mereka yang berada pada area yang mereka sukai.

Salah satu ciri produktif bisa dilihat dari kemampuan kita ‘membebaskan’ diri kita.  Semakin kita merasa mempunyai hari yang bebas dan menyenangkan: flexible, banyak aktivitas yang menyenangkan, in line dengan purpose dan minat, impactfull, maka semakin kita menjadi produktif.

Jadi membiarkan diri berlumuran ‘harus’ boleh… tetapi menikmati kehidupan dengan banyak ‘ingin’ jauh lebih menyenangkan, lebih sehat dan lebih produktif.

Apakah hari Anda berisi lebih banyak ‘harus’ atau ‘ingin’?

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta