LEBIH DALAM DENGAN PRODUKTIVITAS DIRI

Selamat Datang

Salam Produktif para MPD-er,

Iseng-iseng boleh ya kita punya bentuk salam sendiri.  Kalau ada yang menyebutkan ‘dahsyat’ atau ‘salam super’, maka rasanya pas kita pakai salam produktif.  Lalu biasanya juga ada satu sebutan khas dalam menyapa, nah saya mencoba menggunakan kata MPD-er, bagi para pembaca yang mempunyai concern pada pengembangan produktivitas dirinya.  MPD tentunya dari Manajemen Produktivitas diri.

2016 dimulai dengan hal-hal tersebut rasanya cukup fun.

Back to business.  Seri tulisan berikut saya beri tema, Lebih Dalam dengan Produktivitas Diri.  Menulis di blog, dengan komitmen 2 tulisan seminggu selain sebuah upaya untuk menyebarkan ‘virus’ produktivitas diri, juga merupakan sebuah proses untuk penulis makin mendalami pemahaman mengenai produktivitas diri, dengan menelaahnya dari berbagai sudut pandang.

Seperti pengantar saya di awal blog, tulisan ini bermaksud memberikan banyak sudut pandang dari produktivitas diri, seperti ketika seorang yang belum pernah melihat gajah berusaha memahami bentuk gajah dengan cara merabanya di tempat gelap.

Pembahasan dari berbagai sudut pandang itu diharapkan pada akhirnya akan membawa kita pada pemahaman yang lebih utuh, lengkap dan komprehensive mengenai produktivitas diri.  Seri tulisan berikut diharapkan memberikan sudut pandang ‘yang lebih dalam’ mengenai produktivitas diri.

Tidak kurang di tahun 2007, Ned Hallowell (akan dibahas di edisi 44) sudah menulis mengenai efek dari beban kerja yang tinggi yang dia sebut sebagai crazy busy.  Sudah banyak korban yang kita lihat dari demand hidup yang semakin tinggi.  Tanpa sebuah perspektif baru dalam melihat tantangan yang ada dan memahami skill yang dibutuhkan untuk tidak hanya survive, tetapi juga berpretasi dan nyaman dalam menghadapinya, kita akan semakin terdesak oleh beban kerja yang tinggi.

Karenanya serie tulisan berikut akan men-share pemahaman dari indikator rendahnya produktivitas diri sampai dengan mencapai level master dalam produktivitas diri.  Bahkan kita mencoba memberikan pemahaman baru mengenai apa itu sibuk dan malas dari perspektif produktivitas diri.

Selamat menikmati.

Isi dari seri tulisan ini adalah