Lebih Lama Bukan-lah Pilihan

Blogs

Edisi 06, Jum’at 18 September 2015

Untuk dapat menghasilkan lebih banyak kerja, kita bisa bekerja lebih cepat atau lebih lama.  Sebagian orang mengambil opsi lebih lama.  Datang lebih pagi dan pulang lebih malam.  Opsi ini bukan pilihan yang tepat, paling tidak karena beberapa hal berikut ini. 

Pertama, Bad Bos akan melihat Anda bisa menyelesaikan banyak pekerjaan sehingga akan menambah pekerjaan Anda, akhirnya Anda akan bekerja lebih lama lagi dan lebih lama lagi….kayak iklan batu baterai saja ya….

Alasan kedua bekerja lebih lama tidak berarti Anda semakin produktif, malah sebaliknya, bisa jadi Anda makin tidak produktif.  Pertama karena tingkat enerji Anda yang menurun sehingga yang bisa diselesaikan menjadi lebih sedikit.  Neuroscientist Daniel J. Levitin dalam bukunya Organized Mind mengatakan bahwa kurang tidur 1 hari saja bisa mempunyai efek pada kinerja kognisi beberapa hari ke depan.  Karena tidur yang cukup merupakan salah satu faktor utama untuk produktivitas, peningkatan imunitas, stabilitas emosi dan kinerja kita. (hal. 189)

Alasan lainnya, kalau kita menyebut produktivitas diri, maka memasukan waktu lebih lama di sisi input hanya akan menyebabkan lebih rendahnya ratio produktivitas diri Anda.

Dengan demikian sedapat mungkin hindarilah bekerja lebih lama untuk meningkatkan produktivitas diri Anda.  Kecuali sekali-sekali dengan alasan-alasan berikut ini: nggak enak sama Bos Anda karena Bos Anda belum pulang, toleransi sama teman Anda atau menunggu kesempatan untuk mengantar pulang teman kantor yang sedang Anda dekati (atau sebaliknya, lagi menunggu diantar pulang).  Saya sebut sekali-sekali, karena memang alasan itu hanya boleh dipakai sekali-sekali saja.

Nah, kalau Anda membaca blog ini di sore hari…cepat lihat jam, jangan-jangan harusnya Anda sudah pulang 3 jam yang lalu atau paling tidak Anda sudah perlu siap-siap pulang walaupun masih 1 jam lagi….

Have a wonderfull & productive weekend.

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta