Makan dulu ah…. (sebuah cerita tentang kekhawatiran)

Blogs

Edisi 30, Jum’at, 11 Desember 2015

Seandainya hidup sesederhana ini.  Bangun pagi dengan segar.  Sholat.  Sarapan buah dan sayuran segar.  Men cek prioritas hari ini….hm, semua item begitu menyenangkan dan menantang.  Mengeluarkan sepeda dan bersepeda ke kantor melalui udara yang bersih dan pemandangan yang luar biasa….

Sesampainya di kantor, hampir pasti semua bisa terjalankan dengan baik.  Tim sudah datang dengan inisiatif tinggi.  Tim terdiri dari orang-orang yang cerdas.  Interaksi kita dengan mereka lebih banyak dalam situasi yang menyenangkan.  Saling mengoreksi kesalahan sambil tertawa.

Dan, siang ini setelah makan siang, sambil sedikit menahan kantuk.  Anda bertemu dengan trainer Time Management.  Sepanjang presentasinya, Anda mengernyitkan dahi.  Apa maksud orang ini?  Orang tidak produktif karena tidak bisa membagi waktu dengan baik?  (Bagaimana orang bisa kesulitan mengelola pekerjaan kalau dia punya tim seperti saya).  Orang sering menunda pekerjaan?  (Kenapa harus ditunda bila pekerjaan itu begitu menarik dan menantang).  Produktivitas rendah?  (Perusahaan ini tidak punya masalahan dan pertumbuhan dan pencapaian target).

Semua yang disampaikan konsultan itu, Anda rasakan seperti ia tengah mendongeng tentang dunia kerja di planet Yupiter….kasihan memang warga planet tersebut….Sementara saya di Bumi.

Sayangnya, hidup tidak sesederhana itu.   Atau mungkin tepatnya, tidak seideal itu.  Situasi seringkali terbalik, seperti yang sudah bisa Anda bayangkan sendiri.  Kita sebenarnya memang tengah berada di Yupiter.

Saya pernah mendengar cerita tentang melintasi sebatang kayu pertama kali dari buku Hyrum Smith, partner Covey di Covey Leadership Center di bukunya The 10 Natural Laws of Succesfull Life and Time Management.  Lalu Neil Fiore memberikan ilustrasi dengan lebih detail di bukunya The Now Habit.

Saya coba sederhanakan berikut ini.  Bayangkan bila Anda mendapat tugas untuk berjalan di atas sebalok kayu yang diletakan di atas tanah.  Apakah Anda akan menunda atau menolak pekerjaan itu.  Tidak.  Kecuali bila Anda memang ingin bertengkar dengan Bos Anda yang menugaskan Anda tersebut.  Anda menjalaninya.

Sederhananya tugas itu, membuat Anda merasa tidak ada masalah dalam melakukannya walaupun Anda merasa aktivitas itu tidak menarik dan menantang buat Anda.  Tetapi, sekarang misalnya,  Anda meletakan balok itu di atap gedung tinggi untuk menyeberangi satu gedung dengan gedung lainnya (ingat film The Walk).  Apakah Anda akan menjalani dengan nyaman?  Tidak.

Anda mulai menghitung resikonya.  Anda mulai bertimbang apakah gaji Anda sesuai dengan resikonya.  Anda mulai khawatir apakah Anda bisa.  Bila Anda dikasih deadline minggu depan.  Sudah pasti Anda menunda dulu untuk bertimbang.  Anda mulai berpikir apa yang harus Anda persiapkan untuk bisa melakukannya dengan baik.  Atau, bisa jadi, Anda juga berpikir bagaimana caranya menolak pekerjaan ini dengan baik, tanpa mengorbankan pekerjaan Anda.

Banyak hal yang menahan kita untuk bisa menjadi produktif, diantaranya adalah  kekhwatiran kita.  Khawatir tidak bisa menghasilkan karya terbaik.  Khawatir dinilai orang gagal karena hasilnya tidak baik.  Sengaja tidak mengoptimalkan diri karena tidak suka sama atasan.  Dan lain-lain.

Anda pernah dibangunkan oleh alarm?  Apa yang Anda rasakan pada saat itu?  Panik.  Anda ingin segera menemukan alarm itu dan mematikannya.  Kekhawatiran itu bekerja seperti alarm.  Ia mengganggu psikis kita dan hanya bisa kita atasi ketika kita bisa memencetnya (baca: memahaminya dengan lebih baik sehingga membuat kita tenang).

Bayangkan kekhawatiran yang bisa muncul mulai dari kita berangkat ke kantor:

Wah, pekerjaan itu belum selesai.  Gawat nih, kalau ditanya Bos, bisa ngamuk lagi dia…

Aku harus ngerjain yang ini dulu, tapi sulit.  Yang itu juga harus selesai hari ini…terus gimana…

Aku nggak ngerti harus mulainya gimana untuk pekerjaan ini.  Baiknya apakah tanya ke Bos dulu, atau langsung nyari data atau apa ya….

Rasanya makin banyak aja nih pekerjaan yang nggak kepegang…nanti kalau sampai ada klien yang complain bisa gawat nih….

Aku sangat tidak suka pekerjaan itu….tapi sekarang sore ini sudah harus selesai, padahal masih banyak banget yang harus dilakukan…..

Anda tinggal menghitung berapa banyak alarm dalam diri Anda yang berbunyi.  Dari mulai yang bunyinya pelan sampai ke yang bunyinya keras.  Dari mulai yang terkait pekerjaan sampai yang terkait hidup ataupun kematian.  Sehingga tidak heran bila kemudian Anda jadi cepat merasa lelah….mudah menyerah, lalu…….makan dulu ah…..maka Anda pun menunda untuk menenangkan diri dari kekhwatiran tersebut.

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta