Malas bagi MPD-er

Blogs

Edisi 49, Selasa, 16 Pebruari 2016

 ‘Saya ini orang yang paling malas di dunia, bahkan untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya, saya selalu memikirkan berbagai cara untuk bisa melakukannya dengan lebih mudah’.

‘Orang yang sibuk bekerja hal yang sama terus-menerus, sebetulnya menunjukan mereka orang yang malas.  Malas untuk berpikir mencari cara kerja yang lebih baik’.

Bila Anda membayangkan bahwa kedua ucapan itu datang dari para pemalas, Anda salah.  Kedua ucapan itu justru datang dari para pakar produktivitas diri.  Ucapan pertama datang dari David Allen yang terkenal dengan bukunya Get Things Done.  Yang kedua datang dari Tim Ferris, salah satu pelopor dalam peningkatan produktivitas diri dalam konteks wirausaha.  Tim terkenal dengan bukunya, Four Hour Workweek.  Dalam bagian yang lain, Tim mengatakan, ‘being busy is a form of lazyness…’ (hal 75).

Tampaknya malas bagi MPD-er, mempunyai berbagai pemahaman.  Yang pertama tentunya malas yang biasa kita gunakan sehari-hari.  Yaitu seorang yang malas beraktivitas/bekerja padahal ada tuntutan external yang jelas.  Dikejar deadline, kebutuhan ekonomi keluarga, Perusahaan membutuhkan kemampuannya.

Bagi MPD-er, malas ini tampaknya justru yang paling ringan dari malas-malas yang lainnya.  Walaupun tentunya, kemalasan jenis ini tetap akan menurunkan produktivitas kerja karyawan.

Malas yang kedua adalah malas mengembangkan diri.  Misalnya kita berada dalam organisasi dengan tuntutan yang rendah.  Kita tahu kita tidak berkembang dalam organisasi tersebut, tetapi kita merasa nyaman karena kompensasinya.  Kita kemudian malas mengembangkan diri kita karena tidak adanya kebutuhan yang riil untuk itu.

Bila pada malas yang pertama, bisa jadi kita masih mengembangkan diri karena ditarik oleh tuntutan lingkungan.  Pada malas yang kedua, kita terus berada di area nyaman dan baru kaget ketika Kemalasan yang ketiga bisa jadi malas yang paling berat.  Yaitu malas melakukan refleksi akan arah hidup kita dan melakukan alignment dengan aktivitas kita sehari-hari.  Tanpa alignment itu  kita bisa jadi getting hurry nowhere.

Dengan demikian kalau Anda malas karena lelah, karena pekerjaan tidak menarik, karena lagi sebal sama Boz…  ‘anggap saja itu kemalasan yang ringan.  Indikator bahwa ada yang perlu diganti.  Bisa mengganti pekerjaan yang terlalu berat, atau tidak menarik lagi atau mungkin juga Boz…… you wish…

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta