Manajemen Relasi

Blogs

Edisi 68, Jumat, 22 April 2016

Manusia adalah mahluk sosial.  Semua orang juga tahu term itu.  Term itu terdengar klise.  Setiap orang paham bahwa manusia hampir-hampir tidak bisa hidup tanpa interaksi sosial.  Penelitan dalam ranah psikologi positif menemukan interaksi sosial merupakan salah satu faktor paling penting untuk tercapainya kebahagiaan.  Tetapi apa kaitan semua itu dengan produktivitas diri?

Kaitannya bisa kita bahas dalam 1 topik, manajemen relasi.  Kita perlu bisa mengelola border kita, space yang wajar antara kepentingan kita dan orang lain, sehingga setiap relasi yang kita miliki dikembangkan dalam semangat win-win.  Disinilah kita perlu menyeimbangkan antara berkata ya dan tidak ketika seseorang meminta bantuan kita.

Manajemen relasi juga terkait dengan kemampuan memberdayakan setiap orang yang terkait dengan kita (stake holder), sehingga interaksi kita bisa bersifat efektif dalam dimensi manfaat/fungsi dan dimensi psikis (sebuah interaksi yang menyenangkan).  Inilah yang oleh Steven Covey disebut sebagai interdependency, sebuah proses tumbuh bersama.  Bukan sebuah ketergantungan yang berlangsung terus-menerus antar satu pihak ke pihak lainnya.

Ketika setiap relasi berlangsung dengan win-win maka kita bisa mengharapkan munculnya sinergi dalam setiap relasi, dan mengurangi peran kita sebagai penyelamat (karena ada pihak lain yang mengalami masalah), penolong (karena adanya over dependency).

Dalam konteks kantor, manajemen relasi yang baik akan membuat staf kita tidak terlalu tergantung pada kita dan kita bisa menjaga hubungan dengan atasan yang saling menghargai, sehingga produktivitas di tempat kerja bisa terus ditingkatkan.  Untuk tips selanjutnya, Anda perlu bersabar menunggu artikel-artikel lain di blog ini.

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta