Memperluas Makna Produktivitas

Blogs

Edisi 14, Jum’at, 16 Oktober 2015

Salah satu e mail pertama yang diterima oleh blog ini, datang dari seorang pembaca yang mengatakan, dia nggak pas untuk menerima artikel ini karena sebentar lagi dia sudah pensiun, biarkan buat yang muda saja, begitu katanya.

E mail ini membawa pergi ingatan saya ke saat dimana saya mencari istilah yang pas sekitar 5 tahun lalu, pada saat awal mengkonstruksi konsep ini.  Tetap menggunakan istilah manajemen waktu akan membatasi lingkup pembahasannya, sementara itu pada saat itu saya juga keberatan dengan istilah produktivitas.  Keberatan utama saya pada kata ‘produktivitas’ adalah asosisasi yang ditimbulkannya yang seolah hanya terkait dengan dunia kerja dan mengutamakan kepentingan perusahaan.

Pada umumnya produktivitas diartikan sebagai output dibagi input dan terutama digunakan pada karyawan pabrik, untuk menghitung tingkat produktivitas mereka.  Buat saya menggunakan istilah produktivitas diri dalam arti itu, sungguh ‘tidak asyik’.  Namun karena saya tidak menemukan kata yang lebih tepat untuk menggambarkan apa yang akan dibahas di dalam blog ini, maka saya ‘terpaksa’ tetap menggunakan istilah tersebut dan memberikan lingkup makna baru yang diperluas.

Pertama, penerapannya tidak dalam konteks semata hanya sebagai objek yang perlu ditingikatkan produktivitasnya tetapi juga sebagai owner bagi diri kita, yang menentukan untuk apa peningkatan produktivitas dilakukan.

Kedua, lingkupnya tidak hanya pada pekerjaan tetapi pada aspek lainnya, seperti keluarga, sosial, dll.

Ketiga, batasan waktunya tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga dalam jangka panjang, dalam perspektif hidup kita sendiri.

Hanya dengan ketiga pengembangan pemahaman produktivitas tersebut, diskusi produktivitas diri baru menjadi lebih ‘bunyi’.  Perluasan memang mempunyai resiko meningkatnya kompleksitas pembahasan.  Namun, tampaknya ini resiko yang perlu diambil bila kita ingin mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, tidak partial.

Dengan demikian mengoptimalkan waktu sehari-hari di tempat kerja ataupun di luar kerja, pada saat masih kerja ataupun pensiun, pada saat ini ataupun untuk masa depan merupakan lingkup pembahasan produktivitas diri.  Tujuan dari produktivitas diri adalah menjadikan setiap moment hidup kita optimal sehingga kita bisa menikmati hari ini, tidak menyesali masa lalu dan merasa tenang dengan masa depan kita.

Bila Anda saat ini akan pensiun, bukan berarti Anda perlu mengurangi produktivitas Anda kan?  Karena hanya dengan cara meningkatkan atau paling tidak menjaga produktivitas diri Anda, Anda bisa menikmati masa pensiun Anda dan siapa tahu, mempunyai prestasi yang lebih baik.

Paling tidak saya telah mengenal beberapa contoh, dan yang paling populer buat orang Indonesia, bisa jadi Collonel Sanders, pendiri KFC.

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta