Mengatasi Interupsi: Solusi Jangka Pendek atau Panjang?

Mengatasi Interupsi: Solusi Jangka Pendek atau Panjang?

Edisi 289, 17 September 2019

Sejauh ini kita membahas cara mengatasi interupsi dalam konteks jangka pendek.  Cara yang umumnya ditempuh oleh orang yang merasa tidak berdaya menghadapi situasi yang ada.  Mereka merasa bahwa satu-satunya moda kerja yang bisa dikembangkan untuk menghadapi ini adalah moda survival.  Mereka akan berupaya untuk menghindari setiap peluru yang datang.  Memenuhi permintaan berbagai pihak agar desingan peluru itu hilang.  Kalau perlu dengan pulang lebih malam lagi.

Kebanyakan pendekatan mengatasi interupsi memang bersifat jangka pendek, reaktif dan berbasis pada moda survival.  Respond orang yang berada dalam posisi ini biasanya dilandasi oleh rasa takut, sehingga ia akan berusaha untuk memenuhi berbagai permintaan tersebut seberapa pun tidak masuk akalnya, yang penting bisa melewati hari dengan selamat.

Seberapa pun terdengar tidak mengenakannya situasi ini, ia mengandung reward-nya sendiri.  Ketika seseorang berhasil  mengatasi dengan baik, ia merasakan keberhasilan layaknya memenangkan pertempuran.  Lebih jauh lagi ia bisa merasa menjadi hero karena kemenangan tersebut. 

Sayangnya karena orientasinya jangka pendek dan hanya menyelamatkan kondisi sesaat, maka umumnya dia masih akan menghadapi masalah yang sama, berbagai interupsi tersebut pada hari-hari berikutnya.  Untuk mengatasi masalah tersebut di hulunya, dalam jangka panjang maka kita perlu mengubah mind set, sikap, pendekatan dan ketrampilan dalam mengatasinya.

Kita perlu memahami timbulnya interupsi sampai ke akarnya.  Daripada melihat sebagai hal wajar dan hanya menuntut kemampuan kita untuk multi tasking, mengelola stres, ‘bermain cantik’, berkorban dengan waktu lembur, dan seterusnya, kita melihatnya sebagai kegagalan dalam mengelola keempat konteks pekerjaan: diri sendiri, lingkungan, sistem dan relasi.  Inilah yang disebut MPD sebagai Kotak Konteks (KK) dengan keempat aspek pembentuk sisinya tersebut.

Bila KK dipersiapkan dengan baik maka ibarat kita melakukan persiapan sebuah pertunjukan dengan matang: Analogi KK yang sudah rapi ibarat melihat pertunjukan dimana persiapannya sudah matang: Panggung sudah Rapi (Lingkungan Fisik), Para Pemain sudah berlatih dengan baik (Diri Sendiri), Relasi antara berbagai pihak yang terlibat berjalan dengan baik (antar pemain, dengan crew lainnya), dan Sistem yang ada dan dijalankan dengan baik (skenario dan SOP untuk berbagai crew pada saat latihan ataupun pada saat berjalannya pertunjukan).

Pada saat berjalannya pertunjukan, maka pemain dapat konsentrasi pada tugasnya, untuk dapat berinteraksi dengan optimal dengan sesama pemain dan dengan penonton, sehingga pertunjukan berjalan dengan sukses.

Sekarang bayangkan bila KK tidak disiapkan dengan baik: pemain tidak berlatih dengan baik sehingga mengganggu konsentrasi pemain lainnya,  mike yang kurang bagus sehingga ia perlu bicara lebih keras, make up yang tidak baik, dan seterusnya.  Maka pertunjukan pun akan menjadi berantakan.

Berada di dalam KK seperti berenang di kolam dimana kita tahu faktor eksternal terkontrol dengan baik sehingga kita tidak perlu khawatir tahu-tahu ada ombak tinggi, atau ada ikan hiu yang mendekati kita.  Mempersiapkan KK dan mengelolanya akan membuat kita fokus pada aktivitas kita dan interupsi yang ada menjadi minimal.

Dalam tulisan-tulisan berikut kita akan membahas keempat aspek KK tersebut.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close Menu
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to cs@produktivitasdiri.co.id

× Butuh info?