Moda produktif dalam berbagai tahapan

Blogs

Edisi 29, Selasa, 8 Desember 2015

Pada tulisan-tulisan sebelumnya, saya mendekati proses survival-pleasure-produktif, sebuah sebuah proses serial.  Tulisan ini ingin memperbaiki kemungkinan salah pandang yang bisa muncul dalam pembahasan sebelumnya.

Moda Produktif sebetulnya adalah sebuah sikap dasar yang bisa diterapkan pada semua tahap.  Memang lebih mudah memahami moda produktif dalam proses seperti di atas, tetapi ketika kita sudah berasil memasang moda produktif dalam setiap situasi maka pada saat itulah kita mencapai pemahaman yang lebih lengkap mengenai moda produktif.

Saya kembali pada ilustrasi kapal yang berlayar.  Ketika ia tengah menghadapi badai di depan mata, kapten kapal perlu mengevaluasi situasi dengan baik, memastikan apa yang akan dilakukan (berbelok ke arah mana, meminta crew untuk mempersiapkan kapal dan mengambil posisi yang tepat dalam situasi darurat).  Dengan kata lain resource yang ada perlu dioptimalkan untuk menghadapi situasi survival.

Kapten yang tenang dan bisa membawa kapal menjalani situasi darurat dengan baik, adalah kapten yang poduktif.

Kita juga perlu menjadi produktif pada aktivitas pleasure.  Menjadi tidak produktif bila di tengah-tengah jalan-jalan, yang kita pikirkan adalah pekerjaan sehingga kita panik karena tidak bisa mencek e mail, dan mengabaikan kesempatan yang langka untuk bercengkrama dengan keluarga. Menjadi produktif adalah upaya mencapai tujuan yang ada.  Dan tujuan yang ada pada saat itu adalah me-refresh diri dan menikmati hari bersama keluarga sehingga kita bisa kembali ke tempat kerja dalam situasi yang segar, fisik dan psikis.

Dengan demikian moda produktif mengacu pada set up psikis kita untuk selalu memahami apa yang ingin kita capai dan mengoptimalkan pencapaiannya, dalam situasi apapun kita berada.

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta