Model MPD 1b: Yang kita Dapat dari Refleksi

Comment

Blogs

Edisi 202, 13 Maret 2018

Proses refleksi diri merupakan proses pertama dan utama dalam MPD.  Banyak hal yang bisa kita dapatkan dari proses ini.  Yang paling utama adalah purpose.  Ibarat kapal yang akan berlayar, maka pertama-tama kapal itu perlu tahu kemana ia akan menuju.  Pemahaman akan purpose memberikan arah bagi kehidupan kita.  Apa yang ingin dicapai dan mengapa itu penting bagi kita?

Kita tidak berharap bahwa hanya dengan beberapa kali proses refleksi diri maka kita sudah mendapatkan gambaran yang akurat tentang apa yang ingin kita tuju dalam hidup kita.  Proses pemahaman diri dan pencarian tujuan hidup ini sebetulnya sebuah proses yang berjalan sepanjang hidup kita.  Jadi tidak perlu khawatir bila kita belum mendapatkan gambaran yang jelas di awal, yang penting adalah membentuk kebiasaan untuk melakukan refleksi diri untuk mendapatkan kejernihan dalam memandang hidup dan mengarahkan hidup.

Mendapatkan makna hidup dari proses refleksi juga berarti kita memahami prioritas nilai-nilai kita.  Seberapa kita menghargai keluarga dibanding kerja.  Seberapa kita menghargai karir dibanding kompensasi.  Seberapa kita menghargai kejujuran dibanding prestasi.  Apa yang kita letakan lebih tinggi, keadilan atau keberhasilan.  Dan seterusnya.

Semakin kita mendapatkan kejernihan dalam prioritas value kita maka semakin stabil perjalanan hidup kita.  Kita menjadi tidak mudah diombang-ambing kan dengan berbagai pilihan dan masalah yang ada.  Purpose dan prioritas value akan mengarahkan pilihan hidup kita, akan mengarahkan seberapa banyak enerji dan waktu yang kita curahkan untuk suatu aspek hidup tertentu.

Aspek diri lainnya yang dipahami dengan lebih jernih dari refleksi adalah kemampuan, minat dan karya.  Hal apa yang mampu kita jalani dengan baik dan mana yang tidak.  Hal apa yang kita minati dan karir/karya apa yang ingin kita raih dalam hidup ini.  Dengan pemahaman itu kita tidak menghabiskan waktu untuk hal yang tidak sesuai dengan rencana karir kita ataupun rencana karya yang ingin kita capai.  Kita juga tidak menghabiskan waktu pada hal yang sebetulnya kita tidak mempunyai minat dan kemampuan dalam hal tersebut.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *