MPD, Kapasitas Diri dan Enerji

MPD Team

Seperti telah kita diskusikan sebelumnya, produktivitas diri menuntut optimizing dalam 3 area: kapasitas diri, waktu dan lingkungan.  Sebetulnya saya sendiri masih belum masa ‘sreg’ dengan istilah itu, ‘kapasitas diri’ karena luasnya cakupan yang di-cover oleh konsep ini.

‘Kapasitas’ dalam ‘kapasitas diri’ tidak sekedar berarti potensi seperti yang biasa digunakan dalam benda, seperti kapasitas mesin yang menunjukan tingkat maksimal kemampuan mesin tersebut.  Penggunaan di atas kapasitas akan menyebabkan rusaknya mesin tersebut.

Kapasitas dalam kapasitas diri adalah sebuah potensi yang dinamis.  Karena kita nggak pernah tahu mana batas kapasitas diri kita sebenarnya.  Karena ia juga berarti kapasitas saat ini, kapasitas harian, selain kemampuan kita untuk berproduksi secara optimal dalam limit waktu tertentu.

Dalam konteks kapasitas harian, ia berarti enerji yang tersedia untuk kita bisa mengerjakan berbagai tipe pekerjaan dengan baik dalam satu hari.

Sementara itu dalam time frame yang lebih panjang, hitungan bulan atau tahun, kapasitas diri berarti peningkatan kemampuan, skill, sehingga kita bisa mengerjakan pekerjaan ataupun aktivitas yang lebih sulit dengan baik (mencapai level expert) sesuai dengan arah karir kita.

Karena kita tidak pernah tahu secara pasti batas kapasitas kita, maka memastikan limit kapasitas diri bisa jadi bukan sebuah langkah yang tepat.  Ini seperti seorang atlit yang baru mengalami kegagalan di awal latihannya, dia sudah menyerah.

Fokus dan persepsi terkait hal ini menjadi sebuah isue yang menarik dan itu yang akan kita bahas dalam beberapa tulisan di awal series ini.

Setelah itu, seri ini akan lebih mem-fokuskan diri pada pembahasan kapasitas harian, pembahasan mengenai pengelolaan enerji pada aspek fisik.  Apa saja yang mempengaruhinya dan bagaimana cara kita mengelolanya.

Isi dari seri tulisan ini adalah