Nasihat Produktivitas Diri dari Michael Angelo: Chipping Away

Comment

Blogs

Edisi 225, 7 Agustus 2018

Konon kabarnya ketika ditanya bagaimana caranya agar ia bisa membuat masterpiece seperti patung yang ia berinama David, Michael Angelo mengatakan, ia melihat gambaran patung itu sudah berada di dalam batu yang ia gunakan (sebuah batu utuh yang besar), tugasnya hanya ‘menghilangkan bagian yang tidak perlu’.  Setahap demi setahap sampai akhirnya batu itu berwujud David seperti yang ia bayangkan.

Menghilangkan bagian yang tidak perlu, bisa jadi juga merupakan salah satu prinsip produktivitas diri.  Salah satu pendekatan Jason Fried dalam produktivitas adalah memastikan memasukan kemungkinan lebih sedikit sebagai sebuah pilihan: less is an option.  Rory Vaden mengatakan bahwa bukan memperbanyak aktivitas yang penting tetapi mengurangi sampai kita mendapatkan optimasinya.  Saya juga teringat bahwa di dalam diskusi kasus di klas-klas MBA saya waktu itu, maka salah satu pilihan keputusan yang perlu dimasukan adalah ‘do nothing’.  Tidak melakukan sesuatu menjadi pilihan yang tepat, dengan beberapa syarat: disertai pemahaman akan mengapa hal tersebut yang dipilih, kondisi apa yang membuat pilihan tersebut valid, dan apa yang perlu terus dimonitor untuk memastikan pilihan kita tetap optimal.

Semangat dari berbagai hal yang disebut di atas adalah memahami bahwa lebih banyak tidak selalu berarti lebih baik.  Kadang less action, less energy, les investment, adalah cara untuk mengoptimalkan pencapaian hasil dan produktivitas diri.  Ini sejalan dengan prinsip impactfull, yaitu minimax.  Minimal action, maximal result.  Dengan kata lain untuk memastikan hasil yang optimal maka kita perlu memastikan level sumber daya yang tepat (minimal) untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Dengan demikian, dalam produktivitas diri, selain mengajukan pertanyaan ‘apakah kita telah mengerjakan sesuatu dengan optimal’, kita perlu mengajukan pertanyaan ‘apakah sumber daya yang digunakan untuk mengerjakannya sudah minimal?’.  Beberapa turunan pertanyaan dari pertanyaan tersebut adalah:

  • Format hasil kerja seperti apa yang optimal, dengan memperhatikan kebutuhan klien dan prioritas yang ada
  • Berapa banyak enerji dan waktu yang bisa dialokasikan untuk hal tersebut?
  • Siapa yang paling tepat mengerjakan hal tersebut dengan memperhatikan opportunity cost yang ada.

Kita perlu mengembangkan kebiasaan untuk mengkaji ulang, misalnya, apakah laporan mingguan yang dibuat memang harus selengkap ini?  User biasanya memerlukan informasi apa saja dari laporan tersebut?  Apakah rapat mingguan memang perlu sekian lama?  Apakah yang hadir perlu sebanyak ini?  Apakah untuk mengerjakan laporan memang perlu sedemikian lama?  Dan seterusnya.

Nasihat dari Michael Angelo adalah ini: teruslah melakukan chipping away sampai kita menemukan David di setiap pekerjaan kita.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *