Overload ok. Overwhelm, no.

Blogs

Edisi 59, Selasa, 22 Maret 2016

Ned Hallowell dalam buku Crazy Busy, menekankan bahwa yang lebih perlu dihindari adalah overwhelm, bukan overload.  Tidak semua overload mengarah pada overwhelm.  Cuma bayangkan situasi dimana Anda terlibat dalam sebuah pekerjaan bersama tim, dan deadline yang ketat.  Berbagai tantangan dihadapi tim tersebut dengan kompak.  Bahkan stres yang ada menimbulkan berbagai ide yang kreatif.  Ketika akhirnya berhasil menyelesaikan pekerjaan, Anda merasakan kelegaan dan kesenangan bersama tim.  Anda mengalami overload, tetapi tidak overwhelm.  Artinya beban kerja yang besar tidak sampai menimbulkan rasa stres dan frustasi berkepanjangan.  Bila kita tidak mengendalikan hal tersebut, tentunya kita akan mengalami kesulitan meningkatkan produktivitas kerja kita.

                Pertanyaan satu milyar-nya adalah ini: apa yang menyebabkan overload tidak berubah menjadi overwhelm?  Saya kira beberapa hal berikut,

  • Anda dilibatkan dan dihargai keterlibatannya
  • Anda terlibat dengan senang. Pekerjaan itu bisa jadi berada pada area minat Anda, challanging dan walau Anda merasa tekanan, Anda yakin bahwa Manajemen mendukung Anda dengan fair
  • Anda merasa melakukan sesuatu yang bermakna, tidak sia-sia.
  • Anda mempunyai kesempatan untuk menjalankan kehidupan yang seimbang
  • Overload tersebut hanya terjadi sekali-sekali, dia hanya situasi sementara karena berubahnya lingkungan atau kompetisi atau karena force majeur.

Overload dalam kadarnya adalah sesuatu hal yang dibutuhkan, karena organisasi yang bergerak terlalu santai, juga akan terkesan tidak menantang lagi.  Menimbulkan kebosanan.

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta