• Deliberate Practice (1): Pengantar

    Edisi 154, Selasa 6 Juni 2017

    Bayangkan seorang pria yang mendekati seorang wanita yang ditaksirnya.  Ia lalu menjabarkan kesimpulan teorinya yang mengatakan dengan pengasuhan yang tepat, seorang anak bisa diubah menjadi jenius dalam bidang apapun. Lalu sang pria bukannya mencoba merayu wanita tersebut dengan kelebihan dia, tetapi malah, seperti mencari seorang partner peneliti, menawarkan pada wanita tersebut untuk bersama mencoba kesimpulan itu kepada anak-anak mereka? Continue reading

    Published by:
  • ‘Experience Trap’

    Edisi 153, Selasa 30 Mei 2017

    Apakah semakin seseorang berpengalaman dalam satu bidang, maka ia akan semakin ahli dalam bidang tersebut?  Kita akan cenderung menjawab ‘Ya’ terhadap pertanyaan ini.  Untuk apa seorang lama di satu bidang bila ia kemudian tidak menguasai bidang tersebut.  Gladwell dalam bukunya Outlier mempopulerkan istilah 10.000 hours, mengenai waktu yang diperlukan untuk bisa mencapai level expert.   Continue reading

    Published by:
  • Blogs Recomended Books/Videos

    Peak, Secrets from the New Science of Expertise by Anders Ericsson & Robert Pool (2016)

    Edisi 152, Jumat 26 Mei 2017

    Anders Ericsson meneliti mengenai bagaimana seseorang bisa mencapai level keahlian tertinggi, lebih awal dari Ducworth.  Ia telah menekuninya selama lebih dari 30 tahun karirnya.  Namanya telah populer terlebih dahulu lewat beberapa buku yang telah terbit yang mengutip penelitiannya, termasuk sebuah karya Malcolm Gladwell, Outlier.

    Namun, baru dalam tahun yang sama dengan terbitnya Grit, Ericsson dengan bantuan jurnalis Robert Pool menerbitkan buku ini, Peak.  Ericsson menemukan bahwa ada suatu disiplin latihan tertentu yang dilakukan oleh orang yang berhasil mencapai puncak kinerja di bidangnya. Continue reading

    Published by:
  • Kapasitas dan Kinerja

    Edisi 151, Selasa 23 Mei 2017

    Link yang lain yang menghubungkan antara kinerja dan produktivitas diri terjadi melewati ‘kapasitas diri’.  Pemberian target untuk pencapaian suatu kinerja tertentu, sebetulnya hanya bisa dicapai bila seseorang mengembangkan dirinya dengan optimal.  Melalui sebuah proses belajar yang tepat, diantaranya deliberate practice yang kita akan bahas di edisi berikutnya, maka seseorang bisa terus meningkatkan kapasitasnya se-optimal mungkin. Continue reading

    Published by:
  • Comfort zone dan Produktivitas Diri (3): Grit

    Edisi 150, Selasa 16 Mei 2017

    Berada di comfort zone positif (silakan lihat gambar di edisi sebelumnya: http://produktivitasdiri.co.id/comfort-zone-dan-produktivitas-diri-pengantar/) sebetulnya sudah menunjukan sebuah pencapaian positif.  Ada pencapaian dan kesuksesan yang bisa dinikmati.  Setiap pencapaian tersebut tentunya menimbulkan rasa nyaman dan perasaan bahwa kita sudah on the right trackContinue reading

    Published by:
  • Comfort zone dan Produktivitas Diri (2): Kontrol Diri

    Edisi 149, Selasa 9 Mei 2017

    Ketika kita berbicara mengenai pengendalian diri, maka salah satu percobaan yang paling populer mengenai ini adalah marshmallow experiment (sering juga disebut marshmallow test).  Seorang anak (sekitar 5 tahun) diberikan satu buah agar-agar.  Sang peneliti kemudian meninggalkan ruangan, dan menawarkan bila anak tersebut bersedia menunggu tanpa memakan agar-agar tersebut, maka ia akan mendapatkan satu lagi agar-agar.  Penelitian ini begitu populer dan signifikannya sehingga berbagai peneliti melakukannya kembali dan menemukan kesimpulan yang kurang lebih sama: lebih banyak peserta yang tidak dapat mengendalikan dirinya. Continue reading

    Published by: