• Siapa yang mencuri kesenangan kerja?

    Edisi 10, Jumat, 2 Oktober 2015

    Pernah melihat anak kecil yang tengah bermain sendiri?  Bertapa senangnya ia menemukan sebuah benda, memutar-baliknya, membantingnya, bahkan memasukan ke mulutnya.  Ada keasyikan dan ada proses belajar disana.  Lebih jauh lagi, ketika ‘kemampuan bermainnya’ meningkat, proses bermain itu kemudian berubah menjadi proses beraktivitas, berkarya dan kreativitas. Continue reading

    Published by:
  • Blogs Recomended Books/Videos

    The Organized Mind by Daniel J. Levitin (2014) – Recommended Books

    Edisi 09, 29 September 2015

    The Organized Mind by Daniel J. Levitin (2014)

    the-organized-mindSetiap bulan blog ini akan menguraikan isi dari sebuah buku atau ide penting dalam pembahasan mengenai produktivitas diri.  Hal ini dilakukan sebagai upaya menyediakan akses bagi peminat serius produktivitas diri untuk menggali referensi yang lebih lengkap mengenai produktivitas diri.  Saya akan mulai dengan sebuah buku dari Daniel J. Levitin, The Organized Mind.  Kenapa mulai dengan buku tersebut?  Karena kebetulan buku itu yang baru saja saya baca, jadi masih fresh…..hehehe… Continue reading

    Published by:
  • Mengapa Produktivitas Diri Penting?

    Edisi 08, Jumat 25 September 2015

    Mengapa Produktivitas Diri adalah suatu isue yang penting bagi kita?  Paling tidak karena beberapa isue berikut ini.

    Ini terkait dengan aset kita yang paling penting.  Diri kita sendiri.  Kalau kita sepakat bahwa inilah aset kita yang paling penting, maka tentunya mengembangkan kemampuan untuk mengoptimalkan produktivitas aset tersebut merupakan hal yang penting.  Continue reading

    Published by:
  • Indikator Produktivitas Diri

    Edisi 07, Selasa 22 September 2015

    Bagaimana cara kita mengukur produktivitas pada karyawan pabrik?  Mudah saja, tinggal dilihat output yang dihasilkan dibagi waktu kerja atau biaya.  Kalau terhadap tugas manajer?  Mulai lebih sulit, kita perlu menentukan tujuan yang ingin dicapai dari posisi itu dan melihat seberapa besar ia telah mencapainya, dibanding biaya.  Tentunya peningkatan kompleksitas terjadi karena sebagian hal yang menjadi target manajer bisa jadi tidak terukur.  Dan terlalu fokus pada yang terukur bisa menghilangkan hal yang esensial yang kebetulan belum bisa terukur. Continue reading

    Published by: