• Kapasitas dan Kinerja

    Edisi 151, Selasa 23 Mei 2017

    Link yang lain yang menghubungkan antara kinerja dan produktivitas diri terjadi melewati ‘kapasitas diri’.  Pemberian target untuk pencapaian suatu kinerja tertentu, sebetulnya hanya bisa dicapai bila seseorang mengembangkan dirinya dengan optimal.  Melalui sebuah proses belajar yang tepat, diantaranya deliberate practice yang kita akan bahas di edisi berikutnya, maka seseorang bisa terus meningkatkan kapasitasnya se-optimal mungkin. Continue reading

    Published by:
  • Comfort zone dan Produktivitas Diri (3): Grit

    Edisi 150, Selasa 16 Mei 2017

    Berada di comfort zone positif (silakan lihat gambar di edisi sebelumnya: http://produktivitasdiri.co.id/comfort-zone-dan-produktivitas-diri-pengantar/) sebetulnya sudah menunjukan sebuah pencapaian positif.  Ada pencapaian dan kesuksesan yang bisa dinikmati.  Setiap pencapaian tersebut tentunya menimbulkan rasa nyaman dan perasaan bahwa kita sudah on the right trackContinue reading

    Published by:
  • Comfort zone dan Produktivitas Diri (2): Kontrol Diri

    Edisi 149, Selasa 9 Mei 2017

    Ketika kita berbicara mengenai pengendalian diri, maka salah satu percobaan yang paling populer mengenai ini adalah marshmallow experiment (sering juga disebut marshmallow test).  Seorang anak (sekitar 5 tahun) diberikan satu buah agar-agar.  Sang peneliti kemudian meninggalkan ruangan, dan menawarkan bila anak tersebut bersedia menunggu tanpa memakan agar-agar tersebut, maka ia akan mendapatkan satu lagi agar-agar.  Penelitian ini begitu populer dan signifikannya sehingga berbagai peneliti melakukannya kembali dan menemukan kesimpulan yang kurang lebih sama: lebih banyak peserta yang tidak dapat mengendalikan dirinya. Continue reading

    Published by:
  • Comfort Zone dan Produktivitas Diri: Pengantar

    Edisi 148, Selasa 2 Mei 2017

    Bila peningkatan produktivitas diri bertumpu pada perbaikan habit.  Sementara itu peningkatan kinerja digambarkan dengan pencapaian goal, maka salah satu cara untuk mengintegrasikan kedua konsep tersebut mungkin dengan membahas dinamika comfort dan stretch zone. Namun, kita mengembangkan 2 lingkaran tersebut menjadi 3 lingkaran: comfort negative, comfort positif & stretching zone.  Dalam seri berikutnya, kita akan membahas pembeda dari comfort negative & positif yaitu kontrol diri.  Dan pembeda dari comfort positif & stretching yaitu Grit. Continue reading

    Published by:
  • Blogs Recomended Books/Videos

    Grit, The Power of Passion and Perseverance by Angela Duckworth (2016)

    Edisi 147, Jumat, 28 April 2017

    Pesan utama dari buku ini sebetulnya sudah didengungkan cukup lama.  Sejak populernya buku Talent is Overrated dari Geoff Colvin, pada 2008, beberapa buku sudah muncul mempertegas pesan tersebut dan menekankan pentingnya kerja keras sebagai penentu keberhasilan.  Sebagai mana juga disampaikan oleh Gladwell dengan istilah 10 thousand hours, di bukunya Outliers.

    Yang berbeda adalah ini: Duckworth secara serius membahas topik ini dan menjadikannya sebagai salah satu fokus dari research-nya.  Angela adalah typical seorang researcher yang senang mengutak-atik data tetapi agak kerepotan dalam membangun teori. Ini diakuinya di dalam bukunya ketika ia menceritakan bagaimana pembimbingnya, Marty Seligman (halaman 41), mengingatkannya untuk membentuk teori. Continue reading

    Published by:
  • Produktivitas dan Kinerja (3): Level of Focus

    Edisi 146, Selasa 25 April 2017

    Ada Empat Level of Focus yang akan membedakan antara Kinerja dan Produktivitas.  Keempat level focus itu: event, rangkaian prestasi, profesi/karir dan hidup.

    Ketika kita bicara kinerja, biasanya kita membahas pada level fokus pertama dan kedua: event dan rangkaian prestasi.  Sementara ketika kita membahas produktivitas, biasanya kita lebih berbicara mengenai yang ketiga dan keempat: profesi/karir dan hidup. Continue reading

    Published by: