Pendekatan Mekanistis Manajemen Waktu

Pendekatan Mekanistis Manajemen Waktu

Edisi 263, 2 April 2019

Sebagian pendekatan MW mengasumsikan bahwa Anda belum bekerja optimal.  Karena itu perlu disiplin dalam menentukan hal yang penting dan kemudian, memprioritaskannya.  Monitor waktu Anda digunakan untuk apa saja, kurangi pada hal yang tidak perlu (time waster), kelola tugas Anda dengan lebih jelas, buat perkiraan waktunya, letakan di jadwal sesuai prioritas dan dead line.  Bila Anda bisa melakukan itu semua, berarti Anda berhasil meningkatkan produktivitas Anda.

Pendekatan di atas sangat logis dan mekanis.  Buat sebagian orang yang cukup disiplin tentunya resep tersebut bisa diterapkan.  Tetapi di sisi lain, bukankah orang yang disiplin biasanya tidak punya masalah MW?  Bila Anda tidak disiplin, berarti Anda perlu lebih memotivasi diri Anda untuk berprestasi di tempat kerja.  Bila tidak, jangan berharap untuk sukses di dunia yang penuh kompetisi ini.  Motivasi fear yang kemudian dipakai untuk mendorong Anda untuk lebih mekanistis.

Sayangnya pendekatan tersebut, seperti yang selama ini banyak dianut di dunai perusahaan, tidaklah efektif.  Karena sebagian (besar) orang tidak dapat diperlakukan sebagai mesin semata.

Walau tetap menggunakan pendekatan MW di atas di dalam prosesnya, pendekatan MPD lebih menekankan pada proses ini:  kenali diri Anda, temukan bakat dan kemampuan Anda, isilah hari Anda dengan aktivitas yang bersandar pada spot produktif Anda: persimpangan antara purpose, minat, kemampuan dan kesempatan.  Dengan pendekatan tersebut maka proses utama MPD dimulai dengan Directing terlebih dahulu: menemukan arah hidup.

Pendekatan mendisain hari di MW adalah memaksimalkan slot agenda dengan berbagai aktivitas penting.  MPD memberikan alternatif lain, meramu aktivitas penting dan menyenangkan, dengan mengoptimalkan dari satu moment ke moment lainnya.  Karenanya memperbanyak waktu untuk aktivitas penting, tidaklah bermanfaat tanpa adanya engagement (kedalaman keterlibatan) yang dibutuhkan untuk menghasil output yang luar biasa.

Adalah mekanistik memaksakan diri melakukan sesuatu yang tidak kita suka dan hanya penting untuk pihak tertentu.  Adalah manusiawi untuk menjalankan aktivitas yang bermakna bagi kita dan meramunya dengan aktivitas yang menyenangkan.  Menggunakan pendekatan manusiawi akan lebih meningkatkan keterlibatan dan kualitas output kita.

Di satu sisi, memang pendekatan MPD akan terasa lebih soft.  Karena tidak sekedar mendorong kerja keras, tetapi kerja cerdas.  Tidak mengedepankan kesibukan, tetapi kinerja.  Tidak sekedar memadatkan jadwal tetapi memvariasikan dengan istirahat yang baik.  Tidak memaksakan kerja yang penting tetapi juga memadunya dengan yang menyenangkan. 

Kesemua perbedaan di atas sebetulnya didasarkan oleh pandangan MPD bahwa manusia bukan objek dari aktivitasnya, tetapi subjek.  Prestasi kerja dilihat sebagai salah satu aspek saja dari prestasi hidup.  Yang berarti ia mempunyai otoritas untuk mengatur berbagai aktivitasnya untuk mencapai kehidupan yang ia inginkan pada masa depan ataupun hari ini.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Close Menu