Pengantar Model MPD

Comment

Blogs

Edisi 200, 27 Pebruari 2018

Untuk menggambarkan mekanisme beraktivitas individu, MPD menyederhanakannya ke dalam beberapa proses di dalam Model MPD.  Model ini terinspirasi dari workflow diagram GTD (Get Things Done), namun dengan pengembangan dan perbedaan signifikan dalam pendekatannya.  Salah satu perbedaan utama, MPD meyakini akan pentingnya proses Directing sebagai cara untuk mengoptimalkan prioritas dan impact dari aktivitas kita sehari-hari.

Pada esensinya ada 3 hal yang ingin dicapai oleh manusia dalam kaitan melalui berbagai aktivitasnya:

  1. Mendisan kehidupan yang diinginkannya. Bisa disebut mencapai cita-citanya.  Disini dikembangkan sense of direction.
  2. Ketika kita bisa setahap demi setahap mencapai apa yang kita anggap penting maka kita membangun kredibilitas diri kita. Kita mendapatkan sense of confidence.
  3. Ber-respond secara efective terhadap lingkungan. Mencapai hal tersebut dengan optimal disebut sebagai impacting.  Disini ada sense control.
  4. Untuk selalu tumbuh mengembangkan apa yang dimiliki dengan optimal. Disini ada sense of growth.

Kelima proses MPD dimaksudkan untuk mencapai hal-hal tersebut.  Kelima proses yang ada di MPD adalah: Directing, Executing, Responding, Recovering & ImprovingDirecting terkait dengan kemampuan kita untuk mengarahkan aktivitas kita sehari-hari.  Ada jenis proses directing yang lebih spesifik yaitu directing dalam kaitan dengan pekerjaan kita di organisasi.  Namun proses directing yang ini tidak akan kita bahas di dalam seri tulisan ini.

Proses Directing memerlukan kemampuan refleksi diri untuk mendapatkan kejernihan di dalam memahami diri kita dengan baik: minat, kemampuan, nilai-nilai dan apa yang ingin kita capai dalam hidup kita (purpose).

Proses Directing diikuti dengan Executing yang berupa proses untuk menurunkan apa yang kita ingin capai tersebut melalui penentuan goal di berbagai area hidup yang penting bagi kita.  Goal tersebut diturunkan ke dalam berbagai aktivitas yang kita buat di dalam Daftar Aktivitas (DA) dan kita masukan ke dalam penjadwalan kita.

Proses Responding adalah proses yang berbeda.  Ia terkait dengan bagaiman kita me respond berbagai hal yang datang pada kita: informasi ataupun permintaan.  Serta bagaimana menentukan prioritas diantaranya.

Recovering adalah proses yang perlu dilakukan ketika kita berada dalam kondisi overwhelm, dikejar-kejar dead line, kesulitan menata berbagai prioritas yang ada.  Kondisi darurat ini tentu memerlukan proses yang berbeda untuk bisa membuat kita kembali on track.

Proses improving terkait dengan peningkatan diri kita, peningkatan being dan kapasitas kita sehingga kita bisa berada pada level produktivitas yang lebih tinggi lagi.

Bila kelima proses ini berjalan dengan baik, maka harapannya adalah:

  • Kita mencapai kehidupan yang kita inginkan dengan cara yang kita nikmati (keseimbangan antara pencapaian masa depan dan menikmati masa kini)
  • Kita memberikan respond yang minimax terhadap berbagai masalah, tugas kehidupan yang ada sehingga memberikan impact yang besar bagi diri sendiri dan stake holder.
  • Mempunyai kemampuan untuk kembali pada kondisi terbaik kita setiap kali kita menghadapi tantangan hidup yang membuat kita off track
  • Secara kontinu mengembangkan diri terus-menerus pada area yang tepat untuk meningkatkan produktivitas diri kita.

Model MPD Insya Allah akan dibahas dalam buku utama MPD yang akan diterbitkan sebagai buku ketiga dari seri MPD.  Pembahasan di blog ini merupakan pembahasan umum saja untuk pembaca mendapatkan taste mengenai proses produktivitas diri.  The flow of productivity.

Untuk mempermudah pembahasan setiap proses akan diberi angka yang berbeda sesuai dengan urutan proses di atas.  Selamat menikmati di tulisan berikutnya.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *