Perkenalkan, Marley…

Blogs

Edisi 69, Selasa, 26 April 2016

Berpostur tinggi kurus, Marley menaikan kacamatanya, tersenyum pada Gita lalu menjabat tangan Gita dengan erat, ketika diperkenalkan.  Mudah tertawa membuat Gita cepat akrab dengan kenalan barunya ini.  ‘Kita-kita nih pada mencari Marley kalau ada bantuan yang kita perlukan dari bagian keuangan’, jelas Sinta dengan wajah kenesnya.  Tawa Marley semakin besar…..Ia mengangguk-angguk dengan yakinnya.

Apa yang dikatakan Sinta, ternyata benar adanya.  Gita sering menemukan Marley begitu sibuk menerima permohonan dan complaint dari unit lain.  Dengan senang hati ia akan membantu unit lain.  Bila Gita bertemu Marley di lorong-lorong kantor, hampir selalu Gita akan melihat ia berjalan dengan setengah berlari.  Gita kemudian menyimpulkan Marley pasti karyawan yang berprestasi di sana.  Di kantor baru Gita.

‘Hah,….siapa bilang’, sapa Rudi, kolega Marley yang berasal dari bagian keuangan.  Gita menatap wajah Rudi yang hitam legam dengan heran.

‘Marley itu selalu mendapat nilai terburuk dalam performance appraisal di keuangan’, setengah menganga, Gita menunggu penjelasan Rudi…  Bagaimana mungkin seorang yang ramah dan sesibuk itu dianggap ‘tidak berprestasi’.  Karena Rudi malah asyik kembali dengan makanannya, maka terpaksa Gita melanjutkan pertanyaannya,

‘Apa Atasannya tidak suka padanya?’…

‘Hm….’, dengan mulut yang sedikit penuh, ‘tadinya aku berpkir juga begitu….tetapi setelah aku perhatikan lagi, aku bisa paham kenapa Bos tidak memberikan nilai tinggi…..  Ia sesungguhnya tidak mengerjakan tugas yang diberikan padanya dengan baik….Ia sibuk dan ramah tetapi sebetulnya tidak perform….’

 Tampaknya Marley tipe orang yang ramah dan senang membantu orang lain.  Sayangnya kebanyakan aktivitas membantunya tersebut sebetulnya di luar job desc-nya.  Bahkan, hobinya tersebut membuat ia keteteran dalam pekerjaannya.  Tidak heran bila atasannya memberikan nilai rendah pada kinerjanya.

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta