Prinsip Organisasi 1: ‘going concern’

Comment

Blogs

Edisi 244, 4 Desember 2018

Dalam akuntansi, dikenal istilah ‘going concern’ sebagai dasar asumsi dalam membuat laporan keuangan.  Perpsektif going concern, kurang lebih berarti bahwa pembuatan pelaporan keuangan dilakukan dengan asumsi perusahaan akan berjalan dengan jangka panjang, sampai kemungkinan likuidasi real.

Secara sederhana ini berarti bahwa organisasi tidak tergantung pada karyawan: karyawan berganti, organisasi tetap akan berjalan.  Tidak tergantung pada direksi, direksi boleh berganti, organisasi tetap berjalan.  Bahkan, tidak tergantung pada pemegang saham, pemegang saham bisa berganti-ganti, tetapi organisasi tetap exist.

Memperlakukan organisasi dengan tujuan tertentu jangka pendek akan sangat berbeda dengan memperlakukan organisasi sebagai sebuah organisme yang akan bertahan terus, dalam jangka panjang, ‘sampai masanya’.

Dengan demikian, juga secara sederhana, bisa disimpulkan bahwa organisasi akan tiba pada ajalnya bila sudah tidak ada yang perduli lagi padanya.  Dengan demikian mendirikan organisasi perlu memiliki komitmen jangka panjang akan bertahannya organisasi.  Organisasi perlu diperlakukan dengan mind set tersebut dan dilihat sebagai sebuah stake holder sendiri.

Bila ini dilakukan maka organisasi akan bertumbuh dengan baik, karena kita menghargai proses bertumbuh yang ada.  Ibarat tanaman, kita tidak mengharapkan pohon apel akan berbuah apel esok hari,  bila kita baru saja menanamnya hari ini.

Dalam organisasi, proses tumbuh ini muncul karena adanya waktu yang diperlukan untuk men set up organisasi: strukturnya, orang-orangnya.  Perlu waktu untuk mengembangkan kerja sama dan budaya kerja yang baik, yang sesuai dengan visi perusahaan.  Bahkan, lebih awal lagi, perlu waktu untuk memformulasikan visi perusahaan yang tepat.  Perlu waktu untuk dapat meningkatkan kompetensi sehingga bisa bersaing dengan baik di industrinya.  Perlu waktu untuk mempersiapkan produk, memasarkannya dan membuat pasar mengenalnya dengan baik.

Berbagai elemen di atas dan elemen-elemen lainnya mengingatkan kita bahwa proses organisasi itu tidak berlangsung dengan singkat.  Apalagi bila kita berbicara menyiapkan sebuah organisasi untuk dapat diperhitungkan di industrinya.  Baik organisasi sosial ataupun bisnis.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *