Produktivitas dan Kinerja (3): Level of Focus

Comment

Blogs

Edisi 146, Selasa 25 April 2017

Ada Empat Level of Focus yang akan membedakan antara Kinerja dan Produktivitas.  Keempat level focus itu: event, rangkaian prestasi, profesi/karir dan hidup.

Ketika kita bicara kinerja, biasanya kita membahas pada level fokus pertama dan kedua: event dan rangkaian prestasi.  Sementara ketika kita membahas produktivitas, biasanya kita lebih berbicara mengenai yang ketiga dan keempat: profesi/karir dan hidup.

Antara konsep Grit (Angela Duckworth) dan Peak dari Anders Ericksson juga terdapat area fokus yang berbeda.  Peak pada area fokus pertama dan kedua.  Sementara Grit pada area fokus kedua dan ketiga.

Anders Ericksson yang hasil penelitiannya mengenai deliberate practice dipopulerkan oleh Gladwell dengan konsep 10.000 hours, menekankan bahwa fokus penelitiannya lebih pada bidang yang mempunyai basis skill yang jelas, coach bisa menyiapkan disain latihan berdasarkan basis skill tersebut, jelas siapa pemenang di area itu dan ada pengukuran pemenang yang jelas (Peak, halaman 100 – 103).

Bidang-bidang dalam olah raga ataupun instrumen musik tertentu merupakan area yang menjadi fokus dari penerapan deliberate practice.

Sementara itu ketika Duckworth bicara mengenai Grit, maka dia akan condong lebih pada pencapaian level expert pada profesi tertentu.  Konsepnya mengenai Grit lebih loose dari Peak, sehingga lebih condong pada area kedua dan ketiga.

Dengan demikian, pada dasarnya level kedua, mempunyai span waktu yang lebih luas, mungkin beberapa tahun dalam hidup ketika kinerja tidak hanya dilihat dari sisi satu turnamen atau satu pertunjukan, tetapi dari berbagai turnamen atau pertunjukan.  Disinilah kita bicara, misalnya, menjadi petenis nomer 1 di dunia atau pemain bola yang mendapatkan Ballon d’Or sebagai pemain terbaik, selalu berada di klub elit dan memberikan kontribusi optimal bagi klub tersebut.

Dibanding level pertama yang hanya fokus pada 1 turnamen, maka pada level kedua pacing mulai perlu lebih konsisten dan endurance menjadi faktor yang lebih penting.  Tidak hanya dalam arti fisik tetapi juga psikis menangani kejenuhan yang ada dan kehilangan makna dari apa yang disebut menang atau berhasil karena sudah terbiasa mencapainya.

Level ketiga berada pada level profesi, lebih berlangsung dalam jangka panjang.  Seperti menjadi top executive ataupun pengusaha yang berhasil atau mempunyai karir di satu bidang tertentu dalam jangka panjang.

Yang membedakan level ketiga dan keempat adalah, level keempat perspektifnya tidak hanya satu area hidup tetapi keseluruhan aspek hidup.  Tidak ada satu area hidup yang diletakan di tengah sebagai fokus.  Pacing, endurance & focus perlu lebih seimbang karena kita bicara produktivitas setiap hari sepanjang hidup.

MPD memang lebih bergerak pada level 3 dan 4.  Perbedaan penekanan ini lah yang menjadi salah satu konsep pembeda antara Produktivitas dan Kinerja.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *