Produktivitas dan Kinerja

Blogs

Edisi 144, Selasa 11 April 2017

Apa yang terjadi ketika seorang berhasil mengoptimalkan produktivitas dirinya?  Tentu kinerja yang baik di berbagai aspek kehidupan penting.  Dengan demikan, berarti kinerja sama dengan produktivitas?  Sekilas akan tampak demikian.  Tetapi ketika kita gali lebih dalam, ternyata perspektif dan pemahaman mengenai kedua istilah tersebut berbeda.

Produktivitas lebih terkait dengan beragam aspek kehidupan (yang pada saat tercapai dengan baik disebut optimum balance of life) dan berlangsung secara terus-menerus.  Sementara itu, kinerja biasanya fokus pada suatu aspek tertentu.  Kinerja concern pada pencapaian optimal (mencapai level expert) dalam satu bidang keahlian tertantu.  Dengan demikan, paling tidak ada 2 perbedaan mendasar dalam penggunaan kedua istilah itu: skope dan frekuensi.  Produktivitas mempunyai lingkup perspektif yang lebih luas dan dilihat dalam frekuensi sehari-hari.

Pendekatan manajemen waktu sebagai sebuah kinerja akan melihat kemampuan kita untuk mencapai hasil optimal suatu hari tertentu.  Membuat daftar tugas, menyelesaikan tugas dengan baik sesuai prioritas, menggunakan waktu dengan efisien, dan sebagainya.  Mencapai itu dalam satu hari jelas lebih mudah, tetapi melaukan itu secara terus-menerus dari hari ke hari, memerlukan perspektif yang berbeda dari perspektif kinerja.

Dengan demikian dalam produktivitas, pacing yang tepat dan berkesinambungan adalah hal yang paling penting.  Pencapaian kinerja optimal seorang atlit biasanya difokuskan pada suatu event tertentu.  Kemudian sang atlet mempersiapkan diri cukup lama untuk pencapaian event tersebut.

Dalam area performance, ada satu bidang studi yang tengah berkembang dengan pesat yang disebut sebagai Performance Psychology.  Bidang ini mempelajari apa yang dibutuhkan seseorang untuk dapat berkinerja optimal.

Saat ini ada 2 ahli yang menonjol dalam studinya mengenai expert (bagaimana orang bisa mencapai keahlian yang tinggi).  Mereka adalah Anders Ericcson dengan bukunya Peak.  Dan Angellah Duckworth dengan bukunya Grit.  Resensi kedua buku ini akan segera di-upload di blog ini.

Untuk seseorang mencapai level ahli-nya, ia tentunya perlu mengembangkan kebiasaan sehari-hari yang optimal.  Terutama terkait dengan pola latihan, istirahat dan pengelolaan enerjinya.  Pada seri ini, Produktivitas, Kinerja dan Grit, kita akan coba membahas mengenai keterkaitan antara Produktivitas dan Kinerja.