Rencanakan makan Anda

Blogs

Edisi 98, Jumat, 5 Agustus 2016

Merencanakan makan?  Bukannya tanpa direncanakan saja, kita sudah kebanyakan makan, apalagi direncanakan?

Kalau itu yang ada di pikiran Anda ketika membaca judul di atas, maka Anda telah ‘salah duga’.  Merencanakan di sini bukan ingin makan di restoran mana siang dan malam ini.  Tetapi merencanakan komposisi makanan sehat apa yang akan kita makan, bisa di dapat di mana dan kapan kita akan memakannya.

Makanan adalah sumber utama enerji kita.  Namun ada makanan yang baik sebagai pen-suplai enerji, ada yang buruk.  Sudah ada berbagai penelitian dan teori mengenai ini.  Tapi umumnya, kesimpulannya adalah makanan yang diubah secara perlahan menjadi gula di dalam darah adalah sumber enerji yang paling baik bagi kita.  Indikator Glycemic Index digunakan untuk memonitor hal ini.  Kebanyakan buah dan sayuran mempunyai GI yang rendah, yang menunjukan mereka pensuplai enerji yang baik.

Dengan lebih banyaknya makanan yang tidak sehat di sekitar kita, maka tidak merencanakan makanan apa yang akan kita makan, akan membuat kita mengambil apa yang ada di depan kita, yang umumnya justru tidak sehat.  Makanan kurang sehat bisa cepat memenuhi kebutuhan enerji kita, tetapi mempunyai efek jangka panjang yang buruk.

Makan makanan yang sehat dalam jumlah yang tidak terlalu banyak tetapi lebih sering adalah lebih baik daripada makan dalam jumlah yang banyak tetapi jarang.  Dengan cara itu, kita berusaha untuk makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Being mindufullness dalam proses makan kita menunjukan keseriusan kita dalam mengelola enerji kita.  Kalau kepada Anda diberikan popcorn yang sudah berusia 5 hari, yang berarti rasanya kurang enak, dengan size 11/2 kali dari yang umumnya Anda makan, apakah Anda masih berminat untuk memakannya sampai habis?  Mungkin sebagian besar dari Anda menjawab tidak.  Tetapi penelitian yang dilakukan oleh Wansink dari Universitas Cornell, menunjukan bahwa mereka tetap menghabiskan popcorn tersebut walaupun mereka baru saja makan siang (Be Exellent at Anything, hal 98).

Mindlessness akan menimbulkan impulse eating (makan lebih karena tergoda makanan di depan kita).  Bahkan penelitian lain dari Wansink menunjukan karyawan yang dapat melihat adanya coklat di kotak yang transparan memakan 71 persen lebih banyak daripada yang tahu ada coklat tetapi coklat itu ditaruh di tempat yang tidak transparan.  Kelompok pertama perlu berkata ‘tidak’ setiap kali melihatnya dan itu berarti sekitar 12 kali setiap jamnya dan pada satu titik, mereka tidak sanggup lagi menahan godaan yang ada (Be Exellent at Anything, hal 103).

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta