Self Awareness

Comment

Blogs

Edisi 170, Selasa 5 September 2017

Self awareness membutuhkan pemahaman yang baik terhadap proses internal dan proses interaksi kita.  Self awareness akan membawa kita memonitor apa yang terjadi sekitar kita dan bagaimana respond kita terhadap hal tersebut.  Apa yang kita rasakan terhadap hal itu?  Mengapa kita merasakan hal tersebut?  Apakah itu wajar?  Apakah ada alasan lain yang menyebabkan kita merasa demikian.

Anda bisa mencoba meningkatkan self awareness Anda dalam 1 minggu saja.  Dengan memperhatikan respond Anda terhadap berbagai hal penting.  Kenapa ketika mengerjakan pekerjaan X, walaupun Anda belum memulainya Anda sudah merasa tidak mampu?  Mengapa sulit sekali bagi Anda untuk meminta tolong?  Mengapa Anda tidak berani menegur pasangan Anda padahal ia telah menyakiti Anda?  Mengapa Anda tidak berani marah pada bawahan Anda?  mengapa Anda mudah lelah ketika berada di tempat kerja?  Mengapa Anda akhir-akhir ini mudah putus asa?

Self awareness yang baik membutuhkan kerajinan melakukan refleksi diri.  Refleksi diri yang efektif memerlukan kejujuran untuk menerima respond yang tidak menyenangkan.  Yang berbeda dengan kebutuhan Anda untuk tampil baik di depan orang lain.

Reaksi emosi kita adalah sebuah refleks.  Ia tidak memerlukan izin dari kognisi kita untuk memunculkan perasaan tertentu.  Ilustrasi ‘Pada suatu siang’ di tulisan sebelumnya menunjukan bagaimana seseorang yang mempersepsikan dirinya sebagai orang yang tepat waktu dan penyabar perlu memonitor rasa kesal yang muncul dan mengelolanya dengan baik.  Kalau kita tidak menangkapnya pada saat awal maka pada suatu saat ia akan meledak.  Ingat konsep pembajakan amigdala dalam teori EI Daniel Goleman?

Disamping itu, bila kita tidak memahami dari awal.  Pada suatu saat bisa jadi emosi yang ada sudah begitu kompleksnya sehingga ia menjadi respond emosi yang tidak proporsional (misal: sangat mudah putus asa, cepat marah, ketakutan yang berlebihan) dan seseorang sudah tidak dapat menyusuri lagi apa yang terjadi pada diri seseorang.  Kenapa itu bisa terjadi.  Pada saat itu, bisa jadi bantuan profesional dari psikiater atau psikolog diperlukan.

Orang dengan self awareness yang baik akan memahami dirinya dengan baik.  Ia mempunyai pemahaman yang baik akan apa yang ingin dicapai dalam hidupnya, apa yang penting buat dia, apa kekuatannya, bagaimana cara dia ber-respond dalam menghadapi berbagai tantangan hidup yang ada.

Seseorang bisa disebut memiliki self awareness yang baik, bila dia memahami:

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Incoming search terms:

  • teori tentang time management awareness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *