The Progress Principle by Teresa Amabile dan Steven Kramer

Comment

Blogs Recomended Books/Videos

Edisi 238,  26 Oktober 2018

Apa manfaat ilmu psikologi bagi bisnis?  Bagaimana kalau ini:  sarjana psikologi dengan ilmunya bisa memprediksi keberhasilan/kegagalan organisasi sebelum akuntansi mengatakannya. Disadari atau tidak pasangan suami istri ini, Steven Kramer dan Teresa Amabile mencoba mengembangkan formula (baca: model) yang bisa melakukan hal tersebut.

Minat Teresa Amabile, yang pada saat itu adalah Direktur Penelitian di Harvard Business School sebetulnya pada topik kreativitas.  Telah puluhan tahun ia melakukan berbagai penelitian dan membuat berbagai tulisan terkait hal tersebut.  Namun sebuah penelitian dengan skala mega, yang menjadi basis dari buku ini, membawanya pada sebuah model yang kemudian bisa memahami inner work life (begitu ia menyebutnya) dan efeknya pada kinerja organisasi.

Tidak kurang dari 238 responden yang tersebar di dalam 26 proyek di 7 perusahaan dan 3 industri diminta untuk membuat catatan setiap harinya mengenai apa yang terjadi dan apa yang dirasakan.  Sekitar 12 000 catatan harian terkumpul sepanjang periode penelitian.  Penelitian dilakukan pada anggota proyek dalam area research & development, yang menunjukan bahwa keterlibatan kerja dan kreativitas dibutuhkan untuk bisa mendapatkan hasil yang optimal.

Inner work life didefinisikan sebagai interaksi antara persepsi, emosi dan motivasi yang dialami seseorang ketika mereka memahami dan ber-respond terhadap apa yang terjadi di tempat kerja.  Secara umum penulis meyakini efek dari inner work life adalah: orang akan melakukan pekerjaan dengan lebih baik bila mereka bahagia, mempunyai persespsi positif terhadap organisasi dan orang-orang di organisasi, serta dorongan utamanya adalah motivasi intrinsik: motivasi bekerja karena pekerjaan itu sendiri (hal. 47).  Inner work life akan meningkatkan perhatikan, keterlibatan dan kecenderugan untuk bekerja keras (hal 59).

Dari penelitian ditemukan bahwa hal yang paling mempengaruhi inner work life adalah sense of progress yang ada dari sebuah pekerjaan yang bermakna, perasaan bahwa apa yang dilakukan mendatangkan hasil walaupun hasil itu tidak besar.  Sense of progress akan mempengaruhi perasaan bahwa kita sudah mencapai sesuatu, kita memiliki kemampuan untuk melakukannya (kompeten) dan kita berada pada lingkungan yang mendukung kerja kita (support) (hal. 76).

Progress merupakan faktor utama yang mempengaruhi inner work life.  Setelah progress, penulis memilah dua faktor pendukung yang disebut sebagai Faktor Katalis yang langsung terkait dengan pekerjaan, seperti adanya goal yang jelas, sumber daya yang dibutuhkan, waktu, otonomi (hal 104).  Faktor berikutnya disebut sebagai Faktor Nourishment yang terkait dengan orang, bukan pekerjaannya, seperti menunjukan respek, memotivasi, memberi rasa nyaman dan dukungan sosial dan emosi lainnya.

Kesimpulan buku ini bisa dilihat di tabel 2-2 (hal 37) yang menggambarkan komponen dari inner work life dan interaksinya dengan sistem eksternal.   Diagram 4-3 (hal 85) yang menggambarkan isi dari Progress Principle, faktor kalatis dan faktor nourishment.  Serta tabel 8-1 (hal 170) yang berisi daftar hal yang perlu diperhatikan/dilakukan oleh manajer untuk dapat memastikan penerapan hal-hal tersebut.

 

Kualifikasi Buku:

Tingkat kesulitan (menggambarkan kesulitan bahasa dan pembahasan):  sedang

Tingkat relevansi (menggambarkan keterkaitan dengan konsep praktis produktivitas diri): sedang

Level bacaan: akhir

Recommended Video/Audio

Di Talks at Google: https://www.youtube.com/watch?v=f_KxrFGhV5E

Di Ted Talks: https://www.youtube.com/watch?v=XD6N8bsjOEE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *