Urgency: agenda siapa

Blogs

Edisi 63, Selasa, 5 April 2016

Salah satu tips yang baik ketika kita sedang menganalisis incoming time demand yang kita hadapi adalah, pastikan agenda siapa yang sedang kita jalankan.  Saya teringat pernah melihat salah satu video di youtube dari Brendon Burchard terkait sarannya untuk tidak membuka email di pagi hari.  Karena kebanyakan email itu berisi agenda orang lain.  Kepentingan orang lain yang belum tentu align dengan prioritas kita.  Apalagi dengan target kita pada hari itu.

Setiap orang mempunyai kebutuhan untuk diterima, diakui dan disenangi.  Dorongan inilah yang kemudian membuat memenuhi keinginan orang lain sering mengaburkan prioritas kita.  Akibatnya bisa jadi role diabaikan.  Kewajiban dikalahkan.  Atau staf mengabaikan job desc dan targetnya demi menyenangkan Boz nya (secara berlebihan).

Memenuhi keinginan Atasan seringkali memang mempunyai efek lebih langsung daripada memenuhi kebutuhan organisasi.  Seorang staf yang tidak mencapai target, tetapi berhasil membuat Atasannya senang bisa jadi dengan mudah kinerjanya dinilai positif dalam sebuah penilaian kinerja.

MPD-er akan memahami hal ini dan mencari cara untuk mempertemukan 2 kepentingan tersebut, organisasi dan stake holder (pemegang kepentingan).  Namun, bila benturan sudah sulit dihilangkan dia akan bisa memprioritaskan pemenuhan role-nya dulu.  Karena bila tidak, ketika kita mencoba menyenangkan semua pihak, maka area personalnya yang akan terkorbankan, seperti kesehatan dan hubungannya dengan keluarga.

Disisi lain seorang Atasan yang MPD-er akan membantu staf nya memahami posisi dan role nya dan berusaha membatasi keinginannya sehingga tidak mengaburkan fokus dari stafnya.  Dengan cara itu, staf bisa fokus dan nyaman dengan pekerjaannya.

Aware akan agenda siapa yang tengah kita perjuangkan, keinginan dan kekhawatiran siapa yang tengah kita penuhi akan sangat membantu kita untuk mengelola kerja kita untuk mendapatkan produktivitas kerja yang optimal.

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta