Waktu, Saya Jual, Saya Beli, Saya Invest (2)

Blogs

Edisi 85, Selasa, 21 Juni 2016

Dalam kaitan dengan waktu, kadang kita perlu mahir dalam berdagang waktu?  Hah?  Yap.  Apapun profesi kita, apapun pekerjaan kita, biasanya kita memulainya dengan mahir dalam menjual waktu kita.  Semakin operasional dan mekanistis pekerjaan, biasanya semakin besar variabel waktu menentukan.  Income karyawan pabrik banyak ditentukan oleh jumlah jam lemburnya, baru setelah itu tingginya ketrampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan tersebut.

Semakin sebuah pekerjaan memerlukan ketrampilan tinggi, secara kognitif (berpikir), afektif (merasa) dan motorik maka semakin tinggi tingkat kompensasi per jam nya.  Sampai akhirnya dengan tanggung jawab dan kemampuan yang lebih besar, sebuah pekerjaan tidak lagi berkorelasi dengan waktu, tetapi dengan outputnya.

Dengan demikian seseorang bisa menjual berbagai hal.  Mulai dari karya, keahlian, barang, dan lain sebagainya, komponen waktu tetap ada di dalamnya.  Benang merah dalam proses menjual waktu adalah seluruh aktivitas itu bisa disebut aktivitas produktif: melakukan sesuatu yang dibutuhkan orang lain sehingga mereka bersedia membayar sejumlah uang untuk membelinya.

Rumusnya dalam menjual waktu, tentunya adalah minimax: perkecil komponen waktu di dalam persamaan tersebut, sehingga multiplikasi income bisa kita lakukan dengan lebih besar.  Bila kita masih mengandalkan komponen waktu, maka bisa jadi peningkatan income kita tidak akan begitu besar.  Bagaimana melakukannya?  Maka jualah keahlian Anda.

Nah.  Kalau kita sudah berhasil menjual waktu kita maka kita perlu menggunakan sebagian uang untuk membeli waktu.  Hah?  Yap.  Ketika tabungan Anda sudah cukup, Anda mempunyai keleluasaan untuk mencari pekerjaan yang lebih sedikit menggunakan waktu Anda.  Yang jarak kerjanya lebih dekat dengan rumah.  Yang waktu kerjanya lebih fleksible.

Jenis pembelian waktu bisa juga berupa kita menggunakan waktu untuk hobi kita atau melakukan hal yang menyenangkan, seperti berekreasi.

Atau kita perlu juga bisa menggunakan waktu kita untuk mempekerjakan staf (yang mengambil sebagian pekerjaan dan waktu kita), sopir, asisten, dll.  Lingkaran menjual waktu untuk membeli waktu akan semakin positif bila kita semakin sedikit menjual waktu dan semakin besar bisa membeli waktu sehingga waktu yang kita gunakan untuk area produktif menjadi seminimal mungkin.  Setelah itu?

Mulailah berpikir untuk menginvestasikan waktu.  Apapula itu?  Investasikan waktu Anda untuk mengembangkan diri Anda, mempersiapkan bisnis Anda, membangun sebuah relasi dengan orang yang Anda cintai, mempersiapkan kehidupan akhirat yang lebih baik, menikmati waktu Anda dengan hobil Anda, melakukan pekerjaan yang Anda sukai, dll.

Layaknya seorang pedagang yang tahu kapan perlu membeli, menjual dan melakukan investasi, maka MPD-er perlu juga mahir dalam ‘berdagang’ waktu.  Bila tidak?  Maka kita akan seperti orang yang walaupun sudah tidak memerlukan lebih banyak uang, masih bekerja nyaris 20 jam sehari.  Masih tidak mau menggunakan sopir padahal ia menghabiskan 6 jam sehari di jalan.  Ia tidak melihat bahwa membeli waktu dengan membayar sopir, merupakan cara paling efisien untuk mendapatkan waktu.  Masih tidak mau membeli waktu untuk menjaga dirinya: istirahat cukup, olah raga teratur, check up rutin, dan lain-lain.

Ketidakpandaian menggunakan waktu ini bisa menyebabkan kita tersudut, perlu lebih banyak menjual waktu, tetapi income yang didapat hanya bisa sedikit membeli waktu (jasa) orang lain.  Ataupun, menggunakan lebih banyak waktu untuk istirahat yang terpaksa, yaitu me-recover diri di rumah sakit.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta