We need sleep, to get fully awake

Blogs

Edisi 101, Selasa 16 Agustus 2016

Anda mungkin pernah merasakan kondisi ini.  Sulit membawa semangat Anda mengerjakan apa yang ada di depan Anda, pandangan Anda mulai kabur, konsentrasi buyar, bahkan cenderung anda seperti ‘hilang kesadaran sekejap’.  Jalan bisa jadi sempoyongan. Dan semakin lama, kerinduan Anda terhadap orang yang paling Anda cintai berkurang, berubah menjadi kerinduan Anda kepada tempat tidur Anda….Yap… begitulah efek dari kurang tidur yang biasanya kita rasakan.

Manusia tidak bisa bertahan lama tanpa tidur.  Pada titik ekstrim, seorang yang kurang tidur bisa jadi mengalami depresi, halusinasi sampai dengan paranoid.

Penelitian dari Eve Van Cauter dari Universitas Chicago menemukan bahwa orang yang mengalami kurang tidur secara signifikan akan mengalami kekurangan leptin, hormon yang membantu kita mengendalikan intake makan kita.  Dengan kata lain, kurang tidur bisa membuat seseorang menjadi gemuk (Be Exellent at Anything, hal 60).

Berbagai penelitian juga menemukan bahwa pada saat deep sleep-lah, terjadi integrasi memory kita yang memudahkan kita mengingat apa yang kita dapat di siang harinya.  Penelitian lain menemukan bahwa tidur siang kurang dari 30 menit antara jam 1 sampai 3, bisa membuat sisa waktu kerja kita jauh lebih produktif (Be Exellent at Anything, hal 75).

Beberapa tip untuk mendapatkan jumlah tidur yang memadai, diantaranya: membiasakan mempunyai ritual sebelum tidur, sehingga kamar tidur bisa dikondisikan untuk kita beristirahat.  Sebaiknya ketika tidur, jangan menyalakan lampu.  Jangan meminum kopi beberapa jam sebelum kita berencana tidur (jumlah jam nya bisa beda antara satu orang dengan orang lain) (Chris Bailey, The Productivity Project, halaman 250).

Bila kita sudah terbiasa untuk tidak mendapatkan tidur yang cukup setiap harinya, kita terbiasa untuk mudah tidak sabar-an, kecenderungan berpikir terbatas, tidak kreatif dan sulit untuk engage dengan apa yang kita lakukan sehari-hari.  Kita sudah terbiasa bekerja dengan melawan keinginan kita untuk tidur, maka kita tidak dapat memahami bagaimana enaknya kalau menjalani kehidupan dengan fully awake.  Kita memerlukan tidur yang cukup untuk dapat terlibat dengan penuh pada setiap moment dan menikmatinya.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta