Win Individu: sebuah kesimpulan

Comment

Blogs

Edisi 242, 20 November 2018

Dari tulisan-tulisan sebelumnya, kita dapat menyimpulkan bahwa win individu didapatkan bila kita bisa mendapatkan/meningkatkan kompensasi dari kerja kita, meningkatkan kompetensi dan sekaligus tumbuh (growth) dan tentunya bekerja sesuai dengan minat kita sehingga kita merasakan fun dalam bekerja.  Ketiga hal itu: kompensasi, growth dan fun.Kompensasi tentu merupakan alasan dasar seseorang bekerja.  Kompensasi yang baik mengacu pada besaran yang fair dan kenaikannya dari tahun ke tahun.

Kenaikan kompensasi dari waktu ke waktu secara signifikan biasanya terkait dengan growthGrowth pada dasarnya berarti ketrampilan, kompetensi ataupun pengalaman yang baru yang memberikan nilai lebih bagi diri kita.  Kadang kita terjebak dalam situasi dimana kita memiliki 10 tahun pengalaman di suatu organisasi tetapi itu tidak lebih dari 1 tahun pengalaman dikali 10, sehingga ketrampilan dan kompetensi kita tidak meningkat.  Ketrampilan dan kompetensi baru akan bernilai tambah kalau ia relevan dengan jalur karir.  Itulah sebabnya memahami jalur karir seperti apa yang ingin ditempuh menjadi sangat vital.

Dalam konteks karir organisasi, growth bagi seseorang bisa berarti promosi dalam pekerjaannya.  Sementara itu secara eksternal, growth berati market value.  Artinya seseorang yang tumbuh adalah seorang yang mendapatkan promosi ataupun tidak kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan lebih baik ketika ia pindah kerja.  Seseorang bisa mempunyai karir yang bagus di sebuah organisasi tetapi bila ia tidak membangun ketrampilan dan pengalaman yang saleable ke luar maka kompensasinya akan sulit dipertahankan ketika karena satu dan lain hal ia perlu pindah kerja.

Terakhir yang sering dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang adalah fun.  Lingkungan kerja yang fun memperbesar peluang kita untuk mengembangkan motivasi intrinsik dan memgelola stres kerja sehingga kondisi kesehatan pun menjadi cukup baik.

Saat ini semakin banyak karyawan yang menderita penyakit serius dalam usia yang cukup muda.  Budaya kerja yang tidak sehat menjadi salah satu penyebab signifikan dari masalah tersebut.  Tanpa pengelolan dan perencanaan diri yang baik, maka pekerja akan terjebak pada kondisi masa tua yang buruk: pensiun dalam kondisi tidak berdaya karena sakit-sakitan.

Menutup keempat gap yang telah dibahas sebelumnya: gap kompensasi, kompetensi, minat dan jalur karir merupakan cara untuk bisa membuat kita meraih ketiga win: kompensasi, growth & fun.  Hal terpenting dalam pendekatan win individu tentunya memahami apa yang tengah kita korbankan pada setiap pilihan pekerjaan kita.  Di masa muda, kita bisa memilih untuk mendahulukan kompensasi walau tanpa growth & fun, ataupun mendahulukan growth walaupun kompensasi minim.  Tetapi pada pada usia akhir 40 an, biasanya orang akan lebih concern pada fun yang bisa ia dapatkan dalam pilihan pekerjaannya.  Bisa fun yang kecil: kantor yang dekat dengan rumah, sampai fun yang besar: pekerjaan yang sesuai dengan minat dan memungkinkan fleksibilitas waktu kerja.  Memahami apa yang ingin dicapai dalam karir akan memudahkan kita mendisain win individu kita dan menutup keempat gap yang ada.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *