Win Organisasi

Comment

Blogs

Edisi 243, 27 November 2018

Meraih bagian kepentingan kita dalam pekerjaan kita: kompensasi, growth & fun, tentu menyenangkan dan perlu, tetapi bila kita tidak mengindahkan bagian kepentingan organisasi maka cepat atau lambat kita akan diberhentikan dari organisasi karena tidak memberikan nilai tambah yang diperlukan.  Karena itulah diperlukan keseimbangan win-win.  Win individu dan win organisasi.  Lalu apa itu win organisasi?  Apa yang perusahaan harapkan dari karyawannya?

Walaupun ini sebuah pertanyaan penting, tetapi dari berbagai pelatihan yang saya bawakan kebanyakan peserta masih belum menemukan jawaban yang tepat.  Apa itu?  Kinerja.  Setiap perusahaan mengharapkan kinerja dari karyawannya.  Kehadiran, disiplin, kesetiaan, tidak akan banyak berarti tanpa adanya kinerja.  Bahkan organisasi mulai bergeser ke fleksibilitas kerja (yang berarti kedisiplinan tidak dimonitor lagi) demi dicapainya kinerja yang optimal.  Dari berbagai penelitian dalam 1 atau 2 dekade terakhir, ditemukan bahwa untuk mendapat kinerja optimal (apalagi yang memerlukan kreativitas dan inovasi) justru diperlukan fleksibilitas, otonomi dan pemberdayaan yang pada sebagian maknanya bisa dilihat sebagai antitesis dari disiplin dan kontrol (dalil utama ilmu manajemen tradisional).

Apa itu kinerja?  Secara sederhana kinerja bisa dilihat dari 2 hal: terlaksananya deskripsi jabatan dengan baik dan dicapainya target/KPI.  Dengan demikian optimum kinerja mensyaratkan adanya deskripsi jabatan yang jelas dan berlangsungnya sistem manajemen kinerja (yang di dalamnya termasuk penetapan target).  Tanpa set up deksripsi jabatan dan penetapan target yang baik maka akan sulit bagi kita untuk mengarahkan dan memonitor kinerja optimum.

Tercapainya target dari tahun ke tahun adalah kriteria jangka pendek dari win organisasi, selain itu win organisasi juga memiliki kriteria jangka menengah, yang terutama dituntut dari seorang pemimpin.  Pertanyaan utamanya adalah ini: apa yang bisa kita harapkan dari seorang manajer setelah ia menjabat sebuah posisi selama, misalnya, 3 tahun?

Dari sinilah kita memahami pentinganya pengembangan sistem dan tim.  Pengembangan sistem, sehingga sistem (jog desc, target, SOP, dll) yang ditinggalkan lebih baik dan update.  Lawan darinya tentunya adalah sistem yang tidak update sehingga unit tidak dapat berjalan dengan optimal.  Pencapaian tim bisa dipilah atas peningkatan kompetensi tim, kekompakan (kerja sama kelompok yang baik) dan kaderisasi.

Dicapainya win organisasi menunjukan bahwa organisasi mendapatkan manfaat optimal dari kehadiran pemimpin/staf tersebut.  Dan ketika dicapai win-win maka sudah dicapai posisi ideal dimana interaksi yang ada antara individu dan organisasi memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.  Sulit bagi organisasi untuk mendapatkan win nya, bila ia tidak memperhatikan win individu.  Demikian juga sebaliknya.  Dengan demikian tercapainya win-win adalah concern dari kedua belah pihak, individu dan organisasi.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *