Menggeser Aktivitas

Menggeser Aktivitas

Edisi 320, 18 Agustus 2020

Tidak semua aktivitas terasa berat untuk dilakukan.  Sebut saja kebiasaan kita sehari-hari: makan, minum, mandi, mengenakan baju, gosok gigi, dan lain-lain.  Kita tidak menghadapi masalah untuk melakukannya.  Atau aktivitas menyenangkan, seperti: menonton, membaca, berbelanja, dan lain-lain, kebanyakan kita juga tidak ada masalah untuk menjalankannya.  Lalu mengapa ada sebagian aktivitas terasa berat sehingga kita menundannya dan ada sebagian tidak?

Secara intuitif kita sudah tahu jawabannya, sebuah kebiasaan, kebutuhan dan hal menyenangkan pasti akan terasa mudah untuk dilakukan.  Sementara itu aktivitas yang sulit, tidak kita sukai, ber-resiko tinggi, tidak jelas pilihannya akan lebih sulit untuk dilakukan.  Pertanyaannya kemudian, mungkinkan kita menggeser aktivitas yang tidak menyenangkan dan mendekatkannya ke ciri aktivitas yang lebih mudah diselesaikan.

                Perspektif tersebut bisa digunakan ketika kita membandingkan nilai aktivitas pada kedua jenis aktivitas tersebut: yang mudah dan yang sulit dikerjakan.  Hal ini bisa terkait dengan kebiasaan, perbedaan dalam mendekati aktivitas untuk mendatangkan relasi positif dengan aktivitas tersebut, pengelolaan enerji, dan lain-lain.  Kita bisa mencoba bertanya pada diri kita, apa yang bisa membuat kita lebih menyukai aktivitas yang berat tersebut, karena pada akhirnya, suka atau tidak suka kita harus menyelesaikannya.

                Kadang kita melihat ada orang yang tidak mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas yang menurut kita berat.  Ada yang bisa nyaman menyelesaikan skripsi/tesis/disertasinya, atau mengerjakan pekerjaan yang rumit, atau bahkan melakukan pekerjaan administratif yang membosankan, atau melakukan pekerjaan menantang seperti penjualan ataupun presentasi, dan seterusnya. 

                Kita memang bisa menggunakan willpower untuk memaksakan diri melakukan berbagai aktivitas tersebut.  Sayangnya willpower kita terbatas.  Willpower saja tidak cukup untuk memastikan kita tidak procrastinate, kita perlu mendukungnya dengan sistem, pembentukan kebiasaan, strategi mengelola situasi, strategi mendekati tugas, dan lain sebagainya untuk memastikan berbagai aktivitas penting itu bisa dilakukan dan diselesaikan dengan baik.

                Seri ini akan membahas mengenai hal tersebut.  Pemilahan terhadap jenis Procrastination Situasi, Tugas, Hari dan Hidup dilakukan hanya untuk mempermudah kita bisa memahami dan memilih pendekatan yang sesuai.  Dengan melihat bahwa tantangannya adalah menggeser aktivitas yang kita hindari ke arah aktivitas yang bisa kita lakukan dengan baik, maka kita bisa melakukan refleksi diri untuk menemukan strategi yang lebih tepat dalam melakukannya.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close Menu
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to cs@produktivitasdiri.co.id

× Butuh info?