Comfort zone dan Produktivitas Diri (2): Kontrol Diri

Edisi 149, Selasa 9 Mei 2017

Ketika kita berbicara mengenai pengendalian diri, maka salah satu percobaan yang paling populer mengenai ini adalah marshmallow experiment (sering juga disebut marshmallow test).  Seorang anak (sekitar 5 tahun) diberikan satu buah agar-agar.  Sang peneliti kemudian meninggalkan ruangan, dan menawarkan bila anak tersebut bersedia menunggu tanpa memakan agar-agar tersebut, maka ia akan mendapatkan satu lagi agar-agar.  Penelitian ini begitu populer dan signifikannya sehingga berbagai peneliti melakukannya kembali dan menemukan kesimpulan yang kurang lebih sama: lebih banyak peserta yang tidak dapat mengendalikan dirinya. (more…)

0 Comments

Comfort Zone dan Produktivitas Diri: Pengantar

Edisi 148, Selasa 2 Mei 2017

Bila peningkatan produktivitas diri bertumpu pada perbaikan habit.  Sementara itu peningkatan kinerja digambarkan dengan pencapaian goal, maka salah satu cara untuk mengintegrasikan kedua konsep tersebut mungkin dengan membahas dinamika comfort dan stretch zone. Namun, kita mengembangkan 2 lingkaran tersebut menjadi 3 lingkaran: comfort negative, comfort positif & stretching zone.  Dalam seri berikutnya, kita akan membahas pembeda dari comfort negative & positif yaitu kontrol diri.  Dan pembeda dari comfort positif & stretching yaitu Grit. (more…)

0 Comments

Grit, The Power of Passion and Perseverance by Angela Duckworth (2016)

Edisi 147, Jumat, 28 April 2017

Pesan utama dari buku ini sebetulnya sudah didengungkan cukup lama.  Sejak populernya buku Talent is Overrated dari Geoff Colvin, pada 2008, beberapa buku sudah muncul mempertegas pesan tersebut dan menekankan pentingnya kerja keras sebagai penentu keberhasilan.  Sebagai mana juga disampaikan oleh Gladwell dengan istilah 10 thousand hours, di bukunya Outliers.

Yang berbeda adalah ini: Duckworth secara serius membahas topik ini dan menjadikannya sebagai salah satu fokus dari research-nya.  Angela adalah typical seorang researcher yang senang mengutak-atik data tetapi agak kerepotan dalam membangun teori. Ini diakuinya di dalam bukunya ketika ia menceritakan bagaimana pembimbingnya, Marty Seligman (halaman 41), mengingatkannya untuk membentuk teori. (more…)

0 Comments
Close Menu
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to cs@produktivitasdiri.co.id

× Butuh info?