POW Factors 2: Optimizing

Blogs

Edisi 17, Selasa 27 Oktober 2015

Faktor kedua setelah tujuan yang jelas, tentunya adalah eksekusi yang optimal.  Efektivitas (doing the right things) kita raih dengan memastikan tujuan yang jelas, efisiensi (doing the things right) kita raih dengan mengoptimalkan eksekusi.

Mengoptimalkan pencapaian tujuan hidup, secara sederhana, bisa didefinisikan sebagai,

Mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan hidup (purpose) secara integratif.

‘Seluruh sumber daya’, bisa diartikan sebagai internal resource, external resource dan waktu.  Internal resource terkait seluruh kemampuan diri kita, termasuk enerji yang didorong oleh passion kita terhadap suatu bidang tertentu.  Bila tujuan yang bermakna menjadi pull factor yang kuat.  Passion ataupun minat akan menghasilkan push factor bagi pencapaiannya.

Optimizing seluruh sumber daya tersebut diarahkan untuk mencapai impact yang optimal dalam pencapaian purpose kita.  Rumus sederhananya adalah minimax: minimal resource untuk mencapai maximal impact.

External resource terkait dengan berbagai sumber daya yang ada di luar, terutama tentunya sumber daya manusia: keluarga, teman, staf, kolega, dan lain-lain.  Ber-relasi dengan optimal dengan mereka akan menghasilkan sinergi yang dibutuhkan.

Sementara itu, waktu adalah resource yang paling sering disinggung pengelolaannya dalam Manajemen Waktu.  Bagi sebagian karyawan, mengoptimalkan penggunaan waktu seringkali disamakan dengan menjadi sibuk.  Kemudian sibuk diartikan sebagai ‘ketidaksempatan’, semakin sering terlihat sibuk dan tidak sempat melakukan sesuatu, semakin produktif-lah dia.  Yang lebih parah mungkin ini, sibuk diartikan sebagai pelupa.  “wah lupa, sorry banyak banget kerjaan nih…..”

‘Integratif’ berarti kita menyeimbangkan antara kepentingan jangka pendek dan panjang, menyeimbangkan antara berbagai area hidup (agama, keluarga, pekerjaan, dll), antara spiritual-psikis-karya.  Serta berbagai perspektif lain dalam mencapai balance of life.

Keberhasilan dalam melakukan integrasi akan menyebabkan kita mencapai berbagai tujuan hidup kita dengan optimal, dengan tidak mengorbankan secara berlebihan kepentingan dan kenyamanan hidup saat ini.  Perspektif yang integratif itulah yang kemudian dituangkan dalam prioritas aktivitas kita.

Optimizing adalah concern dari Pengguna.  Optimizing tanpa purpose yang jelas bisa mengakibatkan overwork dan ketidakseimbangan antara kepentingan saat ini dan masa depan.  Seperti mobil yang sudah ‘hancur’ padahal baru beberapa tahun digunakan.  Atau, seperti karyawan yang habis-habisan bekerja sehingga sudah sakit-sakitan di usia muda.

Kejelasan purpose tanpa eksekusi yang baik, akan menjadikan seseorang menjadi seorang pemimpi semata.  Sementara itu optimizing tanpa purpose menyebabkan kita, ‘getting hurry nowhere’.

Seorang yang mengembangkan produktivitas diri, umumnya tidak akan terlihat sebagai orang yang ‘sibuk tidak jelas’, ia sangat fokus dengan apa yang penting bagi dirinya dan mencapainya dengan pacing (kecepatan kerja) yang nyaman baginya.  Lebih lanjut mengenai Pacing akan kita bahas di selasa depan.

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta